Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
PDIP
Wasekjen PDI Perjuangan: Lembaga Survei Jangan Nihilkan Sosok Jokowi
Monday 21 Oct 2013 12:31:20
 

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menanggapi hasil survey Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby, bahwa tingginya elektabilitas Jokowi bukanlah jaminan dirinya diusung menjadi calon Presiden di 2014. Berdasarkan survei terbaru LSI itu, peluang PDI Perjuangan menjadikan Jokowi sebagai Capres sangat kecil dan condong hanya sebagai Cappres wacana belaka.

Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristianto meminta Lembaga survei tidak menihilkan sosok Joko Widodo (Jokowi) dalam penelitian tentang bakal calon Presiden di 2014. Menurutnya, seluruh lembaga survei harus melakukan penelitian dengan jujur dan adil untuk merespons persepsi publik dan tidak hanya memenuhi permintaan pihak tertentu.

"Harusnya merespons persepsi publik, jangan nihilkan Jokowi" kata Hasto, di kediaman Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Menteng, Jakarta, Senin (21/10).

Bagi Hasto, ada kesan yang janggal bila nama Jokowi tak masuk dalam survei calon presiden saat ini. Pasalnya, elektabilitas Jokowi sangat tinggi dan dipersepsikan positif oleh masyarakat, bahkan mampu bersaing dengan tokoh-tokoh nasional yang terbilang lebih senior.

Meski begitu, Hasto enggan memberi pernyataan yang mendahului keputusan Megawati. Karena Rapat Kerja Nasional PDI Perjuangan di Jakarta, pada September lalu, merekomendasikan kepada Megawati agar pasangan calon Presiden dan calon wakil Presiden disampaikan pada momentum yang tepat sesuai dengan dinamika politik nasional, kesiapan jajaran internal partai, dan kepentingan ideologis partai.

"Apa yang tertangkap oleh rakyat? Ketika survei enggak memasukkan nama lain (Jokowi) maka motif politiknya jelas," pungkas Hasto.

Sebelumnya, (LSI) Adjie menjelaskan, kecilnya peluang Jokowi menjadi Capres dikarenakan mantan Walikota Solo itu bukan termasuk pimpinan di struktural PDI Perjuangan. Berdasarkan pengalaman di pemilu 2004 dan 2009, partai politik cenderung terbiasa mengusung ketua umum, atau pengurus struktural sebagai capresnya.

"Jokowi hanya menjadi capres wacana. Jokowi bukan pemimpin struktural partai yang nasib pencapresannya tergantung pada kebaikan orang (Megawati) atau koalisi partai lain di luar PDIP," kata Adjie.

Sebagai alternatifnya, Jokowi hanya memiliki peluang besar untuk diusung sebagai calon wakil Presiden. Dengan elektabilitas yang di atas rata-rata, sosok Jokowi dianggap mampu mendongkrak perolehan suara capres yang didampinginya.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > PDIP
 
  Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
  PDIP: Pangkalan militer asing bertentangan dengan kehendak sejarah pembentukan RI
  Deddy Sitorus PDIP Mengajak Mengundurkan Diri secara Massal, Waduh
  Pengamat: Megawati Tak Gentar, Anggap Kasus Hasto Kristiyanto Cuma Angin Sepoi-sepoi, Bukan Badai
  Ada yang Ingin Dongkel Megawati dari Kursi Ketua Umum saat Kongres 2025, PDIP: Sudah Ada Tanda-tanda
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2