Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Kapolri
Kompolnas: Komjen Pol Budi Gunawan Pilihan Terbaik Jokowi
Sunday 11 Jan 2015 20:35:16
 

Ilustrasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) sat baru turun dari pesawat Kepresidenan RI.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menujuk Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Sutarman, yang akan memasuki masa pensiun pada 2015 ini.

Penunjukan Komisaris Jenderal (Komjen) Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri ternyata usulan dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) yang memberikan penilaian terbaik terhadap calon Kapolri yang layak menjadi kandidat.

Komisioner Kompolnas, Edisaputra Hasibuan mengatakan, penunjukan Budi Gunawan sebagai Kapolri, sepenuhnya kewenangan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal Itu sambungnya, bagian dari pertimbangan dan rekomendasi Kompolnas kepada Presiden.

“Kami yakin, Presiden (Jokowi) memiliki alasan kenapa Budi Gunawan yang dipilih dari lima calon Kapolri itu,” kata Edi, saat dihubungi wartawan, Minggu (11/1).

Hal tersebut sesuai dalam Pasal 11 Ayat (1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia

Sementara, ditemui tempat terpisah Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) bidang Hubungan Lembaga, Iradat Ismail, mendukung pencalonan tunggal Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri menggantikan Sutarman.

Iradat menilai, langkah Jokowi menujuk Komjen Budi Gunawan merupakan langkah yang paling tepat.

“Karena sesuai dengan jejak rekaman Budi Gunawan dalam beberapa kali memimpin jabatan di kepolisian, baik itu sebagai Kapolda di Jambi, dan di Bali dan terkahir di Pusdiklat Polri banyak memberikan terobosan-terobosan yang memang ini harus menjadi brand Kepolisian Republik Indonesia,” kata Iradat, saat dijumpai di kawasan, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (11/1).

Bahkan Iradat meminta, Komisi III DPR memberikan dukungan secara politik.

“Harapan kita Komisi III DPR memberikan dukungan politik. Sebab bersama Jokowi dan Kapolri baru ini bisa membawa perubahan baru terutama di dalam lingkaran institusi Kepolisian Republik Indonesia,” harap pemuda kelahiran Maluku ini.(dbs/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Kapolri
 
  Kapolri: Layani dan Lindungi serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat
  Kapolri Bilang 'Potong Kepala', Ditambahin Kapolda Metro: Saya 'Blender' Sekalian
  Program 100 Hari Presisi Kapolri, Prakasa Asabels Nusantara Giatkan Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
  100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Listyo Dinilai Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
  Romo Benny Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri: Penyelesaian Masalah Intoleransi dengan Penegakkan Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2