Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Banjir Jakarta
Banyak Faktor yang Mengundang Banjir Besar Jakarta
Sunday 08 Apr 2012 05:07:27
 

Saat Kondisi Banjir (Foto: kask.us/12372447)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) Daerah Aliran Sungai (DAS) yang terus berkurang dan bertambahnya populasi di areal hulu dan hilir, penyebab banjir awal April pekan lalu, Selasa (2/4), dibeberapa titik Jabodetabek.

Banjir terjadi akibat meluapnya Kali Pesanggrahan, Kali Krukut, Kali Angke dan sebagian Kali Ciliwung meluap. Sedangkan daerah aliran kali Pesanggarahan memiliki hulu di perumahan Budi Agung, Tanah Sereang Kota Bogor, dan hilir bertemu dengan Cengkareng Drain.

Sedangkan luas DAS Angke 239 km2 dengan hulu di perumahan Yasmin Bogor kemudian melewati Parung, Bojonggede, Ciputat, Serpong dan bermuara di Mookevart.

Hampir 60 persen dari luas DAS adalah permukiman padat. Sisanya tegalan, lahan kosong, semak. Tidak ada hutan, hampir 70 persen kawasan terbangun dari luas DASnya. Adapun luas DAS Pesanggrahan 177 km2.

Total daerah yang terdampak banjir tersebar di 9 kecamatan di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur dan Tangerang.

“Banyaknya pembangunan dan peningkatan populasi di areal DAS penyebab aliran air kali Pasanggrahan menyempit. Banjir pasti terjadi, karena di hilir populasi masyarakat padat, yang ditandakan dengan banyaknya bangunan,” papar Kandidat Profesor Riset Hidrologi, DR. Sutopo Purwo Nugroho, APU pada beritahukum, Sabtu (7/4).

Adapun pemukiman padat sekitar 45% dari luas DAS tersebar di bagian hilir, mulai dari Kebayoran Lama, Kedoya dan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Kawasan hijau hanya 7% dan tidak merata.

Terkait pemukiman padat dan potensi banjir tahunan turut disampaikan Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pusat, Sri Woro B Harijono melalui siaran persnya, Kamis (5/4).

Ia mengatakan warga DKI Jakarta tak perlu menunggu banjir musiman selama lima tahun. Sebab, kondisi Jakarta memungkinkan banjir terjadi setiap tahun.

“Banyak faktor yang mengundang banjir besar ke Jakarta. di antaranya pengendapan sungai, kondisi daerah aliran sungai, kondisi hulu sungai, dan hilangnya daerah serapan. Bila pemerintah tak segera menangani masalah itu, maka banjir besar akan melanda Jakarta setiap tahun,”imbuh Sri Woro mengingatkan. (bhc/boy)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2