Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
Ahmed Moaz Al-Khatib Mengundurkan Diri Sebagai Kepala Oposisi
Sunday 24 Mar 2013 22:59:16
 

Ahmed Moaz Al-Khatib saat menjawab pertanyaan para Wartawan.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala koalisi oposisi Suriah Moaz al-Khatib mengundurkan diri, sebagaimana disampaikan Penasehat Media dan Koordinator, Mohamed Ali yang mengatakan kepada Xinhua. "Kepala koalisi mengundurkan diri karena kelambanan dari masyarakat internasional, sementara orang-orang dibantai di Suriah sehari-hari," kata Ali, Minggu (24/3).

Ali menyalahkan masyarakat internasional yang enggan memberikan dukungan kepada oposisi Suriah dalam hal senjata dengan dalih bahwa mereka mungkin bagian dari teroris. Pengunduran diri disampaikan dua hari dimana KTT Liga Arab dimulai di Doha, Qatar, 26 Maret, dan diharapkan fokus pada krisis Suriah, yang sebelumnya Al-Khatib diperkirakan akan terbang ke Doha dengan delegasi dari koalisi sebagai wakil yang sah dari Suriah dalam KTT atas undangan dari Liga Arab. "Mr Al-Khatib tidak akan melakukan perjalanan ke Doha dan tidak akan menghadiri pertemuan puncak itu," ujar Ali.

Sementara itu, Al-Khatib mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Aku berjanji, dan orang-orang hebat bersumpah kepada Tuhan, bahwa saya akan mengundurkan diri jika beberapa hal telah mencapai garis merah, dan di sini saya menepati janji saya dan mengumumkan pengunduran diri saya dari koalisi nasional."

Al-Khatib menambahkan dalam pernyataan yang diposting di halaman resmi Facebook bahwa ia mengundurkan diri untuk dapat "Bekerja secara bebas" untuk memecahkan krisis Suriah, menekankan "Posting hanya berarti untuk melayani tujuan mulia bukan tujuan kita mencari atau mempertahankan."

Diungkapkannya lagi bahwa rakyat Suriah telah dibantai selama dua tahun di hadapan seluruh dunia "Oleh rezim brutal dan pernah terjadi sebelumnya (sebelum Al-Khatib menjadi Kepala Oposisi)" dan bahwa pembunuhan, penangkapan dan pemindahan ribuan rakyat Suriah "Sudah cukup untuk membuat keputusan internasional yang memungkinkan orang untuk membela diri."(xnh/bhc/mdb)





 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2