Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    

Warga Jakarta Diminta Waspadai Banjir Kiriman
Monday 13 Feb 2012 16:52:05
 

Ilustrasi banjir (Foto: Ist)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Banjir kiriman kembali menggenangi pemukiman padat penduduk di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (13/2). Banjir kiriman dari Bogor melalui Sungai Ciliwung ini menggenangi sekitar 500 rumah di RW 01, 02, dan 03. Genangan setinggi 40-150 sentimeter mulai menggenangi pemukiman warga sejak pukul 04.00 dinihari.

Hingga pukul 10.00 WIB, banjir masih menggenangi kawasan tersebut dan praktis melumpuhkan aktifitas warga. Sebagian dari warga terpaksa tidak masuk kerja dan siswa-siswa tidak sekolah. Kendati begitu, warga hingga saat ini belum ada yang mengungsi. Diperkirakan sore atau mala mini, ketinggian air bakal meningkat, karena wilayah Bogor, Jawa Barat, masih turun hujan.

Lurah Kampung Melayu, Adhe Chairil Bahar, mengatakan, banjir yang melanda kawasan Kampungpulo, merupakan kiriman dari Bogor, Jawa Barat. Namun, saat ini ketinggian air di pintu air Katulampa Bogor telah turun dari 60 menjadi 30 sentimeter. Demikian halnya di pintu air Depok, turun dari 150 menjadi 130 sentimeter.

Sedangkan di pintu air Manggarai saat ini masih tinggi, yakni 730 sentimeter. Padahal, normalnya hanya 680-700 sentimeter. Ia memprediksi, ada sekitar 500 rumah di 3 RW yang terendam banjir. Wilayah terparah terdapat di RW 03, karena datarannya paling rendah, terutama RT 01-05 dan RT 11-16. Di RT 11-12, genangannya mencapai 150 sentimeter.

"Ini hanya banjir kiriman dari Bogor. Warga juga tidak ada yang mengungsi, karena bagi mereka ini hal biasa. Jika warga membutuhkan tempat mengungsi, kami sediakan pengungsian di kantor kelurahan dan bekas Bioskop Nusantara. Kami minta warga tetap waspada, karena curah hujan di kawasan Bogor masih tinggi," katanya.

Sementara itu, air yang menggenangi wilayah di Kelurahan Petogogan, Kecamatan, Kebayoran Baru, dan Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, belum juga . Akibat banjir tersebut, aktivitas warga sedikit terhambat.

Di Kelurahan Petogogan banjir terlihat masih menggenangi RW 01, 02, dan 03. Sebanyak 1700 KK harus terhambat aktivitasnya karena rumah, dan jalan akses warga yang masih tergenang akibat meluapnya Kali Krukut. Sementara di Kelurahan Ulujami, Pesanggrahan, terdapat 3 RT di RW 07 yang tergenang air karena tanggul penahan aliran Kali Pesanggrahan jebol

Hingga kini, petugas dari Sudin PU Tata Air Jakarta Selatan sedang melakukan perbaikan tanggul yang jebol. Mereka membuat bronjong dengan panjang 20 meter, dan tinggi sekitar 3 meter. Warga setempat pun meminta tanggul tersebut dipermanenkan oleh Sudin PU Tata Air.(bjc/irw)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2