Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Olah Raga
Tim Indonesia Tundukkan Regu China 3-0, 'Kemenangan untuk Seluruh Rakyat'
2021-10-18 06:14:39
 

Tim Indonesia mengangkat trofi di Aarhus, Denmark.(Foto: EPA)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia menjuarai Piala Thomas sekaligus mengakhiri penantian selama 19 tahun setelah mengalahkan China 3-0 dalam pertandingan di Arena Ceres, Aarhus, Denmark pada Minggu (17/10). Indonesia terakhir merebut Piala Thomas tahun 2002 di Guangzhou, China.

Jonatan Christie, yang merupakan tunggal kedua, tampil sebagai penentu kemenangan tim Indonesia dengan menundukkan Li Shi Feng melalui laga tiga set, 21-14, 18-21, 21-14.

"Kemenangan ini saya persembahkan untuk seluruh rakyat Indonesia. Kami persembahkan kemenangan dengan merebut kembali Piala Thomas untuk keluarga, pelatih, tim pendukung, pengurus PBSI, dan para pecinta bulutangkis Indonesia," kata Jojo, sapaan Jonatan Christie, sebagaimana dirilis PBSI.






Jonatan Christie, Piala Thomas


SUMBER GAMBAR,EPA



Keterangan gambar,


Jonatan Christie, dipaksa bermain tiga set untuk bisa menumbangkan Li Shi Feng.





Kemenangan pertama dibukukan oleh tunggal pertama Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Lu Guang Zu melalui tiga set dengan skor 18-21, 21-14, 21-16. Ginting, peringkat dua dunia itu mengalahkan tunggal pertama China yang menempati peringatkat 27 dunia dengan berjuang selama sekitar satu jam 15 menit.

Sementara itu, Lu mengaku terseret ke dalam gaya permainan Ginting.

"Saya mendapat kehormatan untuk menjadi pemain pertama dan saya sangat berterima kasih atas kepercayaan dari para pelatih dan sesama pemain," kata Lu seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua.

"Saya berusaha sekuat tenaga meraih poin lagi tetapi Ginting menguasai pertandingan di set kedua dan ketiga," tambahnya.

Keberhasilan Ginting disusul dengan poin yang disumbangkan oleh ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka berhasil menundukkan pasangan He Ji Ting/Zhou Hao Dong melalui dua set langsung 21-12 dan 21-19.

Pertandingan antara Jonatan Christie, yang kerap dipanggil Jojo, melawan pemain China berusia 21 tahun, berlangsung menegangkan mengingat itulah gim penentu dalam pertandingan beregu.

Jojo mendikte dan tampil dominan di set pertama, tetapi justru tertinggal poin cukup jauh di awal-awal set kedua hingga dipaksa bermain rubber set setelah tumbang 18-21 dari Li Shi Feng.

Berikutnya, dia berlaga penuh keringat dan berhasil menundukkan Li Shi Feng di set penentu.

"Tadi saya bermain baik, meski di gim kedua sempat kalah. Di gim kedua saya sudah berusaha mengejar, namun sudah terlambat," katanya usai pertandingan.

Arti kemenangan

Menurut mantan atlet dan yang kini menjadi pembina badminton, Candra Wijaya, keberhasilan tim Indonesia menunjukkan bahwa pembinaan membuahkan hasil.

"Yang pasti regenerasi bulutangkis Indonesia juga berjalan meskipun menunggu 19 tahun itu cukup lama dan perlu perhatian-perhatian lain yang lebih," kata Candra Wijaya dalam wawancara dengan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir pada Minggu malam (17/10).

Di antara perhatian itu, lanjutnya, adalah menyiapkan pelapis-pelapis pemain baik putra maupun putri yang dapat diandalkan di masa depan.

"Ke depan ini menarik. Artinya mempertahankan itu lebih sulit."

Namun salah satu kuncinya terletak pada pembinaan baik di tingkat klub maupun badminton nasional. Di samping itu, masih kata Candra Wijaya, pihak berwenang perlu mengantisipasi hal-hal yang terjadi di luar kontrol, seperti pandemi Covid-19.

"Selama hampir satu tahun lebih, boleh dibilang kita vakum kejuaraan. Mungkin PBSI sendiri belum bisa memberikan perhatian lebih ke luar. Dan ini tentunya akan terjadi hal-hal yang mungkin perlu diantisipasi," jelasnya.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Oleh Mohamad Susilo, wartawan BBC News Indonesia - pemerhati perkembangan bulutangkis

Di Aarhus, Denmark, tim Indonesia secara gemilang menekuk China 3-0 langsung di babak final sekaligus memastikan Piala Thomas bisa diraih oleh para pemain Indonesia.

Bagi Jojo, ini adalah pembuktian, setelah mulai banyak yang meragukan kemampuannya, usai menjuarai Asian Games tahun 2018.

Kemenangan ini sangat berarti bagi tim Indonesia. Di turnamen Piala Sudirman, Indonesia dikalahkan Malaysia di perempat final. Penampilan buruk para pemain putra bahkan membuat pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi sempat khawatir.

Jika tren itu berlanjut, kans merebut Piala Thomas memang buyar. Kemenangan di Piala Thomas ini juga untuk menebus kegagalan tim putra meraih medali emas di Olimpiade Tokyo, ketika ganda putra Indonesia menempati urutan satu dan dua dunia.

Hasil gemilang di Denmark mestinya bisa menjadi memontum kebangkitan badminton Indonesia.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Indonesia, China negara paling banyak menang Piala Thomas

Tim beregu badminton putra Indonesia maju di partai puncak Piala Thomas setelah mengalahkan tuan rumah, Denmark, di babak semifinal dengan skor 3-1. Adapun tim bulu tangkis China mengalahkan Jepang dengan skor 3-1.

Inilah pertemuan keenam antara Indonesia dan China di babak final Piala Thomas. Dalam pertemuan kelima pada tahun 2010, tim badminton putra Indonesia harus mengakui keunggulan tim China.

Keterangan gambar

Indonesia merupakan negara yang paling banyak mengumpulkan Piala Thomas, disusul China.

Sepuluh tahun sebelumnya, yakni pada Piala Thomas 2000, Indonesia mengalahkan tim China di babak final yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia, dengan skor 3-0.

Baik Indonesia maupun China tercatat sebagai dua negara yang paling sering juara badminton di ajang Piala Thomas.

Dengan kemenangan kali ini, Indonesia 14 kali memenangkan Piala Thomas Cup, sementara China 10 kali.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Olah Raga
 
  Puan Maharani Minta Pemerintah Lakukan Segala Upaya Cabut Sanksi WADA
  Tak Ada Pengibaran Merah Putih di Piala Thomas, Legenda Bulutangkis Indonesia: Memalukan!
  Tim Indonesia Tundukkan Regu China 3-0, 'Kemenangan untuk Seluruh Rakyat'
  Timnas Tak Bisa Berlaga di All England, DPR Desak Pemerintah Lakukan Negosiasi
 
ads1

  Berita Utama
Pemotongan Anggaran MPR,Terkesan Upaya Systematis Mendegradasi Peran MPR Sebagai Lembaga Tinggi Negara

MK Putuskan UU Cipta Kerja Inkonstitusional Bersyarat, Wakil Ketua MPR: Ini Koreksi Keras atas Pembuatan Legislasi

Kapolda Metro: Jangan Pernah Lelah Menyelamatkan Masyarakat dari Bahaya Narkoba

Suntikan APBN Terhadap Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS: Pemerintah Inkonsisten Susun Rencana

 

ads2

  Berita Terkini
 
Penjelasan Kadispenad Soal Pernyataan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman terkait Belajar Agama

Jika Reshuffle Acuannya Kontroversi, Tiga Menteri Ini Layak Diganti

Utamakan Evakuasi Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Catatan Ketua MPR RI, Omicron dan Belajar dari Kegagalan Cekal Delta

Dukung Jadwal dari KPU, Wakil Ketua MPR: Mari Bijak Menentukan Jadwal Pemilu

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2