Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Aceh
Sumur Minyak Peninggalan Belanda Mengamuk, 12 Warga Jadi Korban
Friday 15 Nov 2013 08:28:25
 

Korban kebakaran sumur Gas tua peninggalan Belanda dirawat di RSUD Idi Rayeuk, Aceh.(Foto: BH/kar)
 
ACEH, Berita HUKUM - Sumur minyak sisa peninggalan zaman Belanda yang selama ini kerjakan secara tradisional, menjadi prioritas pekerjaan utama bagi warga masyarakat Gampong Mata Ie dan beberapa gampoeng sekitar Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Aceh Timur, terbakar, Kamis (14/11) sekitar pukul 20.30 WIB.

Kebakaran tersebut kuat dugaan akibat semburan percikan api dari knalpot mesin pompa minyak yang sudah terlalu tua. Informasi yang diperoleh awak berita ini dari salah seorang Korban yang enggan ditulis namanya, Jum'at dini hari (15/11) di ruang perawatan RSUD Idi Rayeuk, menyebutkan, pada saat pertama mesin dihidupkan sudah mengeluarkan percikan api, lalu dihidupkan kembali. Pada saat itulah api lansung menyambar minyak mentah yang di tampung pada kolam yang beralaskan plastik.

Akibat dari kejadian tersebut sedikitnya 12 orang warga mengalami luka bakar yang sangat serius, 3 orang diantaranya dalam keadaan kritis, saat ini dirawat Dirumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Idi Rayeuk. Korban luka bakar Abdullah (30thn) warga Mata ie kecamatan Rantau Panjang, Rizki (12thn) warga Mata ie, Wasida (45th) Tanjung Pura Sumatra Utara, Ramlan (22th) warga Mata ie, Ridwan (25th) warga Tanjung Tualang, Agus Syaputra (22th) warga Mata ie, Wahyu Budi Efendi (29th) warga Mata ie, Dedi Maulana (25th) warga Mata ie, Putra (15th) warga mata ie, M.Zaini (28th) warga Tanjung Pura Sumatra Utara, Suhardi (40th) warga Tanjung Pura Sumatra Utara, dan Musliadi (12th) warga Mata ie.

Dari amatan awak media ini di RSUD Idi Rayeuk, ke 12 orang tersebut mengalami luka bakar yang sangat serius, bahkan menurut informasi yang di terima media ini, ada warga yang hilang, diduga kuat mereka hangus terpanggang api.

Menurut informasi lagi dari warga masyarakat dari sekitar lokasi kejadian, warga menjual minyak hasil pengeborannya dengan harga, minyak lampu Rp 1.200.000 per drum isi 200 liter (Rp.4.000/liiter), premium (bensin) Rp 800 ribu perdrum ( Rp.3000/liter), sedangkan bagi minyak mentah di bandrol dengan harga Rp.500 ribu (Rp 2.500/liternya.(bhc/kar)



 
   Berita Terkait > Aceh
 
  Dapil 1 di Aceh Besar Banda Aceh Tgk. Mustafa Pecah Telor Hantar Wakil PDI-Perjuangan
  Hina Rakyat Aceh Secara Brutal, Senator Fachrul Razi Kecam Keras Deni Siregar
  Eks Jubir GAM Yakin Aceh Aman Jelang HUT GAM dan Pemilu 2019
  Mendagri: Jangan Menyudutkan yang Berkaitan dengan Dana Otsus
  Wabup Aceh Utara Minta Masyarakat Gunakan Hak Pilih
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2