Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Kapolri
Suhadi: Kapolri Baru Harus Jujur, Berani, Tegas dan Mengayomi Pencari Keadilan
2021-01-11 19:20:47
 

C. Suhadi, SH, MH.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Calon Kapolri pengganti Jenderal Pol Idam Aziz diharapkan seorang Polisi yang jujur, memiliki keberanian, ketegasan serta mau mengayomi para pencari keadilan. Dengan demikian penegakan hukum di Indonesia akan dapat dicapai sesuai harapan masyarakat.

"Kapolri ke depan harus memiliki keberanian untuk mengatakan kalau salah ya harus katakan salah, kalau benar ya harus dibela dalam konteks hukum," kata Ketua Umum Negeriku Indonesia Jaya dan Ex Relawan Jokowi KMA, C. Suhadi, SH, MH, kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/1).

Mengenai ketegasan, lanjutnya, kalau ada penyelewengan dan ada hal-hal yang merugikan kepentingan pencari keadilan, baik di tingkat Polsek, Polres maupun Polda, maka harus mempunyai ketegasan. Apabila hal itu dilakukan oleh Pejabat Polri, maka Pejabatnya harus dicopot apabila nyata nyata telah merugikan kepentingan pencari keadilan.

"Polda kerja seperti ini pernah diterapkan oleh Presiden Jokowi, ketika beliau menjabat Gubernur DKI Jakarta, setiap pejabat harus loyal kepada pimpinan serta masyarakat, kalau tidak maka harus dicopot," pinta Suhadi.

Kemudian, menurutnya, Kapolri ke depan harus mau mengayomi pencari keadilan secara obyektif serta tidak mencari-cari kesalahan, karena bentuk bentuk yang tidak profesional harus ditinggalkan.

Kalau sikap itu dimiliki oleh Kapolri yang baru, papar Suhadi, maka penegakan hukum di Indonesia ke depan akan lebih baik. Hukum akan mengalir sesuai dogmanya, mengalir sesuai dengan ketentuan.

Kalau ada intrik-intrik di luar upaya penegakan hukum, urainya, maka Polri harus tegas dan lawan, tunjukkan bahwa Polri sedang bekerja. "Polri harus berani berbenah, Polri adalah milik masyarakat. Calon Kapolri yang menenuhi kriteria yang saya sebutkan tadi, Presiden harus memback up," harap Suhadi.

Jika Polri dapat menegakkan hukum dengan baik, maka Suhadi yakin
Indonesia akan maju dan jauh lebih baik, serta lebih diperhitungkan oleh banyak orang. Karena dengan begitu investor akan lebih percaya terhadap Indonesia, karenanya kepastian hukum itu ada jaminannya,” ujar Suhadi mengakhiri.(bh/mdb)



 
   Berita Terkait > Kapolri
 
  Kapolri: Layani dan Lindungi serta Perhatikan Rasa Keadilan Masyarakat
  Kapolri Bilang 'Potong Kepala', Ditambahin Kapolda Metro: Saya 'Blender' Sekalian
  Program 100 Hari Presisi Kapolri, Prakasa Asabels Nusantara Giatkan Layanan Ambulans Gratis untuk Masyarakat
  100 Hari Kerja Kapolri Jenderal Listyo Dinilai Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi Nasional
  Romo Benny Apresiasi 100 Hari Kerja Kapolri: Penyelesaian Masalah Intoleransi dengan Penegakkan Hukum
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2