Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Australia
Ribuan Orang Terlantar Akibat Kebakaran Hutan di Tasmania
Sunday 06 Jan 2013 00:25:37
 

Kepulan asap kebakaran di Tasmania.(Foto: Ist)
 
TASMANIA, Berita HUKUM - Ribuan orang terlantar dan sedikitnya seratus bangunan terbakar dalam insiden kebakaran hutan di Tasmania, Australia, Sabtu (5/1).

Kebakaran ini diduga berasal dari cuaca ekstrim yang pada saat ini suhu di ibukota Tasmania, Hobart mencapai rekor 41 Celcius.

Sejumlah orang dilaporkan berlindung di tempat penampungan di sejumlah pantai di Semenanjung Tasman, yang masih terputus akibat kebakaran.

Sebuah armada kapal kecil dilaporkan telah dikirim untuk membawa persediaan dan ratusan warga telah dievakuasi melalui jalur laut.

Wartawan BBC di Australia melaporkan sebagian besar kawasan tenggara Australia mengalami kondisi kebakaran terburuk sejak bencana Sabtu Gelap hampir empat tahun lalu, ketika 173 orang tewas akibat kebakaran di negara bagian Victoria.

Selain cuaca panas kebakaran juga dipicu oleh kecepatan angin dan kekeringan, dan Tasmania menjadi kawasan yang paling parah.

Di pulau itu ada sekitar 40 titik api terpisah, empat diantaranya di luar kendali meski suhu jatuh dari puncaknya.

Setidaknya 100 bangunan hancur terbakar, kebanyakan di desa kecil Dunalley, timur Hobart, dimana pos polisi dan sekolah turut terbakar.

Seorang warga Dunalley kepada radio ABC mengatakan: ''Yang saya bisa lakukan adalah mengendarai mobil keluar gudang, menuju seberang jalan dan meihat tempat saya dilalap api, seperti dalam film,'' ujarnya.

Jalur terputus

Jalan utama ke Semenanjung Tasman, terputus akibat kebakaran yang menyebabkan ribuan orang terlantar, kebanyakan adalah wisatawan yang berkunjung ke situs sejarah Port Arthur.

Sejumlah orang telah dievakuasi dengan menggunakan kapal-kapal kecil yang juga menyalurkan persediaan penting.

Pejabat Polisi setempat Scott Tilyard mengatakan, ''malam yang panjang bagi banyak orang tetapi yang utama adalah mereka dalam keadaan aman,'' ujarnya.

Kepala Pemadam Kebakaran Tasmania Mike Brown mengatakan: ''Jelas akan butuh waktu panjang dan banyak pekerjaan untuk mengatasi kebakaran ini,'' katanya.

Perdana Menteri Julia Gillard mendesak warga untuk mengutamakan keselamatan diri mereka.

''Pesan saya hanya satu. Segala sesuatu di kehidupan, pada akhirnya, tidak peduli seberapa berharganya, tidak bisa tergantikan,'' imbuhnya.

Kawasan selatan Australia hingga saat ini masih mengalami gelombang suhu panas.

The Sydney Morning Herald melaporkan seorang perempuan Jerman tewas saat berjalan di suhu 40C di Cape Otway, Victoria.(bbc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Australia
 
  Anthony Albanese Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Australia
  Scott Morrison Jadi Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull Dilengserkan
  Suhu Australia Tembus 50 Derajat Celsius 'Dalam Beberapa Dekade'
  Angkatan Laut Australia Hentikan Kapal Penuh Senjata Api
  Apa yang Membuat PM Australia Tony Abbott Dilengserkan?
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2