Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Timor Leste
Ribuan Berdemonstrasi di Timor Leste Soal Sengketa Minyak Australia
2016-03-24 01:40:52
 

Lebih dari 10.000 aktivis berkumpul di Dili pada Selasa, menurut koordinator aksi. Dili menuduh Canberra memata-matai sebelum negosiasi soal kesepakatan minyak dan gas bumi sehingga mendapat keuntungan komersil.(Foto: Istimewa)
 
TIMOR LESTE, Berita HUKUM - Ribuan demonstran memblokade kedutaan besar Australia di Dili untuk menuntut perbatasan baru di Laut Timor yang kaya minyak.
Traktat yang ditandatangani oleh Australia dan Timor Leste pada 2006 menyepakati penyewaan dengan nilai miliaran dolar dari ladang minyak dan gas di laut antara dua negara tetangga tersebut.

Dili mengatakan bahwa Canberra melakukan aksi memata-mata dalam negosiasi ini dan memberikan Australia keuntungan komersil yang tak adil.

Dili ingin agar kesepakatan tersebut dihapuskan dan ada negosiasi perbatasan laut yang baru.

Klaim pun dibuat di hadapan tribunal di Den Haag dan mengatakan bahwa Badan Intelijen Rahasia Australia, Asis, menggunakan alat penyadap yang ditaruh di kantor kabinet Timor Leste dengan berkedok perbaikan, untuk memperoleh informasi tentang perjanjian gas di Laut Timor pada 2004.

Lebih dari 10.000 aktivis berkumpul di Dili pada Selasa dan sekolah-sekolah tutup di ibu kota pada hari itu, menurut koordinator aksi.

"Kemungkinan ini adalah demonstrasi terbesar yang kami lihat sejak mengumumkan kemerdekaan," kata koordinator aksi Juvinal Dias pada AFP.

Pendukung Timor di Australia, Indonesia, Malaysia dan Filipina kemungkinan berkumpul untuk mengadakan aksi solidaritas.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2