Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Cyber Crime    
Hacker
Peretas Serang Situs Israel
Sunday 18 Nov 2012 01:04:16
 

Bentuk situs Israel yang diserang peretas.(Foto: Ist)
 
ISRAEL, Berita HUKUM - Kelompok peretas Anonymous melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah situs internet di Israel, Sabtu (17/11).

Dalam serangan tersebut, kelompok ini mematikan beberapa situs atau mengubah tampilan dengan memasang pesan-pesan pro Palestina.

Kampanye ini diberinama OpsIsrael dengan tujuan membalas serangan militer yang dilakukan di Gaza.

Serangan peretas ini datang bersamaan di saat militer Israel memutakhirkan situsnya dengan menambahkan ''prestasi'' dan ''lencana'' bagi pengunjung.

Anonymous mengatakan, mereka meluncurkan kampanye OpIsrael menyusul ancaman pemerintah Israel untuk memotong semua jaringan telekomunikasi Gaza.

Hal ini menurut kelompok dalam sebuah pernyataan yang dimuat di situs AnonRelationsnya yaitu, "melanggar garis di pasir''.

"Kami adalah Anonymous dan tidak ada yang mematikan internet dalam pengawasan kami,'' katanya.

Kelompok ini memperingati pemerintah Israel untuk tidak mematikan jaringan telepon dan situs dan mendesak operasi militer di Gaza di akhiri.

Jika serangan tidak berakhir, Israel akan merasakan ''kemurkaan penuh dan tak terkendali'' dari kelompok ini.

Beberapa jam setelah pernyataan itu dimuat, Anonymous menampilkan daftar 87 situs yang diklaim telah diretas sebagai bagian dari OpIsrael.

Kebanyakan situs itu di defaced atau di ubah penampilannya dengan menampilkan pesan dukungan bagi Hamas dan Palestina.

Anonymous juga memproduksi paket informasi bagi warga Gaza tentang cara alternatif bagi mereka untuk berkomunikasi jika sambungan internet dan telekomunikasi lainnya diputus.

Perang propaganda

Di saat yang bersamaan ketika Anonymous menyerang situs Israel, Angkatan Bersenjata Israel mengubah ulang blog mereka dengan memberikan penghargaan bagi orang yang sering berkunjung dan berinteraksi dengan situs mereka.

Situs militer Israel ini menambah sebuah permainan, CalledIDF Ranks, yang memberikan angka bagi pengunjung yang jika dikumpulkan akan mendapatkan pangkat militer virtual.

Seorang pengunjung yang masuk ke situs tersebut sebanyak 10 kali akan mendapatkan lencana ''konsisten'' dan jika sering menggunakan kolom pencarian akan mendapat pangkat ''petugas peneliti''.

Militer mengatakan sistem ini sempat berhenti beberapa saat karena situs ini mengalami kepadatan yang luar biasa.

Sejak Rabu (14/11) lalu, situs ini mulai memberikan informasi langsung terkait operasi militer terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Dengan cara yang sama, Hamas juga memberikan komentar langsung terkait serangan roket ke Israel melalui Twitter.

Sejak ketegangan meningkat di Gaza, kedua belah pihak memang aktif menggunakan situs jejaring sosial untuk melakukan perang proganda.(bbc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Hacker
 
  Buru Hacker DarkSide, AS Tawarkan Hadiah Setara Ratusan Miliar Rupiah Bagi Pemberi Informasi
  Polri Selidiki Data 1,3 Pengguna eHAC Diduga Bocor
  2 Hacker Indonesia Bobol Bansos Covid-19 Amerika Serikat USD60 Juta
  Polisi Tangkap Hacker 1.309 Situs di Sleman Yogyakarta
  Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya Menangkap 3 Hacker dari Surabaya BlackHat
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2