Trudeau menambahkan" /> BeritaHUKUM.com
Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Penembakan
Penembakan di Sekolah Kanada, 5 Tewas
Saturday 23 Jan 2016 12:39:09
 

Sekolah dengan sisawa sekitar 900 orang ini terletak di komunits Aborigin.(Foto: Istimewa)
 
KANADA, Berita HUKUM - Lima orang tewas dan dua luka parah dalam penembakan di sebuah sekolah di Saskatchewan, dan seorang tersangka pelaku telah ditahan. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan, peristiwa di Sekolah Komunitas La Loche itu "mimpi terburuk setiap orangtua."

Trudeau menambahkan bahwa seorang tersangka sudah ditahan.

Seorang saksi mengungkapkan saat kejadian terdengar sejumlah tembakan dan teriakan orang-orang.

Berbicara di Davos, Swiss, kepada wartawan Trudeau mengatakan ia telah menerima data jumlah korban dari polisi Kanada, yang "telah meyakinkan saya bahwa situasinya terkendali."

"Jelas, ini adalah mimpi buruk setiap orangtua dan kita semua di negeri ini.
Trudeau juga memuji "orang pertama yang beraksi terhadap kejadian itu yang bertindak dengan cepat dan berani".

Brad Wall, perdana menteri provinsi Saskatchewan, mengatakan penembakan terjadi di sebuah sekolah di komunitas Aborigin tetapi tidak memberikan rincian lebih jauh tentang korban.

Sekolah itu memiliki sekitar 900 siswa, dari mulai TK sampai kelas 12 (setara SMA).

"Saya lari ke luar sekolah saat itu," Noel Desjarlais, seorang siswa kelas 10, mengatakan kepada CBC News.

"Terdengar banyak orang berteriak, dan setidaknya enam atau tujuh tembakan, sebelum saya sampai di luar. Saya yakin masih terjadi tembakan lagi saat saya sudah berada di luar."

La Loche adalah komunitas Aborigin dengan sekitar 3.000 orang, terletak sekitar 500 km barat laut kota Prince Albert.

Peristiwa ini merupakan penembakan sekolah terburuk di Kanada sejak 14 orang tewas oleh seorang pria bersenjata di Montreal Ecole Polytechnique pada tahun 1989.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Penembakan
 
  PM Australia menjenguk 'pahlawan sejati Australia' Ahmed el Ahmed yang berhasil merebut senjata pelaku penembakan masal
  3 Anggota Polri Ditembak Oknum TNI AD di Way Kanan Lampung, Menko Polkam Minta Pelaku Dihukum Berat
  Kapolri Janji Ungkap dan Proses Hukum Kasus Baku Tembak Sesama Anggota Polri secara Transparan
  Rumdis Kadiv Propam Polri di Duren Tiga Geger, Satu Anggota Polisi Tewas Ditembak
  Polisi Tetapkan Ipda OS Tersangka Kasus Penembakan di Tol Bintaro
 
ads1

  Berita Utama
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

 

ads2

  Berita Terkini
 
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2