Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Pendemo Desak Voting Terbuka Dalam Paripurna DPR
Friday 30 Mar 2012 15:36:18
 

Pendemo mulai melakukan bergelombang mendatangi gedung DPR/MPR RI untuk menentang rencana DPR menyetujui kenaikan harga BBM bersubsidi (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Menjelang digelarnya rapat paripurna DPR yang membahas sekaligus memutuskan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, jumlah massa yang melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu gerbang gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Jumat (30/3), makin bertambah. Bahkan, mereka menuntut untuk dilakukan pemungutan suara (voting) secara terbuka.

Tuntutan ini mereka layangkan, agar rakyat dapat mengetahui partai mana saja yang bersikap menyetujui atau menolak rencana menaikan harga BBM bersubsidi yang terus diusung pemerintah tersebut. "Jangan hanya retorika, voting harus dilakukan terbuka," kata anggota FPDIP DPR Rieke Diah Pitaloka di tengah-tengah ribuan pengunjuk rasa.

Aksi dari artis sinetron ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada pendemo, sebagai bagian dari upaya menekan fraksi-fraksi DPR mendukung rencana pemerintah itu. Bahkan, ia berani menuding bahwa ada anggota DPR yang sejatinya menjadi wakil rakyat, tetapi tidak prorakyat. Hal ini mereka lakukan dengan cara-cara mengulur-ulur waktu rapat paripurna.

Rieke secara tegas menyampaikan bahwa FPIDP, Fraksi Partai Hanura dan Fraksi Partai Gerindra telah sejak awal dengan tegas menolak penaikan harga BBM. "Dengan voting terbuka, rakyat seluruh Indonesia akan melihat, siapa sebenarnya anggota DPR yang tidak prorakyat," ujar Rieke yang langsung disambut yel-yel dari pendemo.

Perlu diketahui, sejumlah fraksi di DPR masih bersikap ragu-ragu. Sebagian besar fraksi tersebut merupakan parpol koalisi pendukung pemerintahan SBY-Boediono. Pendemo pun menuntut voting terbuka sebagai upaya upaya mengantisipasi adanya intimidasi pimpinan DPR terhadap anggota fraksi, karena dua fraksi lain yakni FPG dan FPKS mengindikasikan untuk menolak kenaikan harga BBM.

Sementara di dalam gedung DPR, Ketua FPDIP Puan Maharani menyatakan bahwa fraksinya tetap bersikap menolak kenaikana harga BBM. Bahkan, pihaknya pun membagikan buku bersampul merah berisi telaah atas sikapnya menolak kenaikan harga BBM dengan diberi judul ´Argumentasi PDI Perjuangan Menolak Kenaikan Harga BBM´.

Puan juga menegaskan bahwa tindakan fraksinya ini, bukan politik pencitraan. Justru sebagai bentuk sikap konsistensi memperjuangkan hak rakyat, agar tidak terbebani. "PDIP mencoba berjuang tidak hanya dengan kata-kata saja, tapi menggunakan data, fakta dan tindakan riil. Ini salah bagian fungsi partai dalam mencerdaskan bangsa," ungkapnya.

Puan mengungkapkan, buku itu memuat keterangan-keterangan dan data resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah terkait APBN Perubahan 2012. Selain itu juga memuat data sensus nasional, data BPS, data World Bank dan hasil survei PDIP di wilayah Jabodetabek. "Ini cara PDIP,agar sikapnya bisa dilihat nasyarakat luas dan konstituen kami," kata Puan.

Puan menjelaskan buku ini diterbitkan supaya semua pihak bisa memahami alasan kuat partainya menolak kenaikan BBM. Minimal bagi warga PDIP lebih memahami duduk persoalan sehingga sikapnya sama. "Dalam buku ini murni soal argumentasi didasarkan atas fakta dan data. Ini cara yang positif dalam berpolitik untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa," tandasnya.(dbs/biz/rob)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2