Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Pakistan Tuntut Nato
Parlemen Pakistan Tuntut Nato Minta Maaf
Tuesday 20 Mar 2012 21:29:47
 

Menlu Pakistan, Hina Rabbani Khar, memberi keterangan usai peyampaian rekomendasi komis (Foto: AFP Photo)
 
ISLAMABAD (BeritaHUKUM.com) – Sebuah komisi parlemen Pakistan menuntut permintaan maaf dari Amerika Serikat (AS) sehubungan dengan serangan udara Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang menewaskan 24 tentaranya. Komisi --yang dibentuk untuk mengkaji hubungan dengan Washington setelah serangan pada November 2011 itu--juga meminta serangan pesawat tanpa awak AS dihentikan.

Ketua komisi Keamanan Nasional Pakistan, Raza Rabbani mengatakan, komisi berpendapat serangan sebagai pelanggaran atas kedaulatan dan wilayah Paksitan. "AS harus mengkaji jejak kakinya di Pakistan. Ini berarti, nomor satu: penghentian serangan pesawat tak berawat di kawasan perbatasan Pakistan, dan nomor dua: tidak ada pengejaran dan sepatu bot di wilayah Pakistan," tuturnya kepada para wartawan.

Jika jalur pasokan untk pasukan koalisi di Afghanistan ingin dibuka kembali, maka harus diberlakukan pajak. Para pengamat memperkirakan Pakistan bisa mendapat pemasukan sekitar US$1 juta per hari dengan skema pajak tersebut.

Parlemen Pakistan juga akan mulai membahas rekomendasi komite mulai 26 Maret mendatang sebelum memutuskan apakah akan menerimanya atau tidak. "Pakistan ingin mengupayakan hubungan yang baik dengan setiap negara. Pakistan juga ingin mengupayakan kepentingan nasionalnya," tutur Menlu Pakistan, Hina Rabbani Khar, usai penyampaian rekomendasi komite di parlemen.

Serangan atas pos perbatasan Pakistan tahun lalu tersebut membuat hubungan antara Pakistan dan Amerika Serikat semakin memburuk dan Pakistan sampai menutup jalur untuk penyaluran pasokan ke pasukan koalisi di Afghanistan.

Washington -tak lama setelah insiden- sudah menyatakan penyesalan atas serangan lintas batas itu. Namun, hingga kini belum juga mengajukan permintaan maaf resmi, yang membuat sejumlah warga Pakistan marah.

Belakangan diketahui bahwa kesalahan dilakukan oleh pasukan NATO. Kerja sama dari Pakistan dinilai sebagai hal yang amat penting bagi NATO dalam upayanya untuk menciptakan kestabilan di Afghanistan.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait > Pakistan Tuntut Nato
 
  Parlemen Pakistan Tuntut Nato Minta Maaf
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2