Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Demo Tolak Kenaikan Harga BBM
Pagar DPR Jebol, Massa Siap Serbu Ruang Paripurna
Friday 30 Mar 2012 18:07:14
 

Polisi berjaga-jaga terhadap kemungkinan massa menyerbu masuk ke dalam ruang rapat paripurna DPR (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ribuan pengujuk rasa berhasil menjebol pagar yang berada sisi kanan dan kanan dari pintu gerbang utama gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (30/3). Hal ini mereka lakukan, setelah kesulitan menjebolkan pintu pagar utama yang terbuat dari baja. Namun, pendemo belum masuk ke dalam area gedung, karena menunggu koordinasi dengan pimpinan mereka.

Usai membobol pagar, massa kemudian mengibarkan bendera organisasinya. Aksi itu dilakukan karena mereka ingin bertemu langsung dengan anggota DPR. Selanjutnya, mereka melakukan aksi bakar-bakaran. Aparat kepolisian yang semula siap siaga di depan gerbang perlahan mundur beberapa langkah, karena situasi masih bisa dikendalikan.

Kini massa pengunjuk rasa sudah berhadap-hadapan dengan petugas. Petugas menerapkan tiga lapisan pengamanan. Untuk lapisan pertama dan kedua terdiri dari personel kepolisian yang membawa tongkat dan tameng, dan barisan ketiga ada sekitar empar water cannon yang akan digunakan kalau massa memaksakan diri masuk gedung parlemen.

Sementara rapat parnipurna DPR yang membahas perubahan UU APBN 2012 itu, dominasi sikap penolakan terhadap kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Fraksi yang merupakan parpol koalisi, yakni FPG dan FPKS menolak adanya kenaikan BBM. Sedangkan fraksi koalisi lainnya, hanya meminta perubahan kisaran angka 5 persen menjadi 15-20 persen.

Sedangkan Fraksi Partai Demokrat DPR tetap pada dukungannya untuk pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi. "Meski banyak yang mengatakan bahwa Demokrat tidak pro rakyat. Tetapi untuk menyelamatkan perekonomian negara maka harga BBM bersusidi dinaikan,” kata Sekjen DPP Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono yang menjadi jubir fraksinya itu.(bhc/rob/biz)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2