Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
ISIS
Obama Bertemu 22 Panglima Bahas ISIS
Wednesday 15 Oct 2014 09:28:12
 

Obama bertolak dengan helikopter ke Pangkalan Andrew, bertemu para panglima militer 22 negara.
 
WASHINGTON, Berita HUKUM - Para panglima militer dari 22 negara bertemu di pangkalan militer Andrew, dekat Washington untuk membahas langkah-langkah koalisi militer pimpinan AS dalam memerangi kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS.

Ini merupakan pertemuan pertama sejak terbentuknya koalisi September lalu, dengan tujuan melancarkan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah.

Para panglima dan komandan militer dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Turki adalah di antara mereka yang hadir. Presiden Obama mengatakan pertempuran melawan ISIS akan berlangsung lama.

"Ini akan menjadi upaya jangka panjang. Tidak ada jalan pintas. Kita masih berada di tahap awal. Seperti lazimnya dalam usaha militer, akan ada kemajuan dan akan ada kemunduran. Tetapi koalisi kita bersatu dalam usaha jangka panjang ini," tegas Obama dalam acara itu, Selasa (14/10).

Pejabat AS mengatakan pertemuan itu akan membuka kesempatan untuk meningkatkan komunikasi yang lebih baik antara negara-negara anggota koalisi, agar tercapai kemajuan yang lebih berarti.

Menjelang pertemuan, pasukan koalisi melancarkan 21 serangan bom terhadap ISIS dekat kota Kobani, Suriah di perbatasan dengan Turki. Pentagon mengatakan ini merupakan serangan terbesar mereka di
Kobane selama ini.

Strategi berhasil

Sementara itu juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan strategi yang dijalankan dalam memerangi ISIS di Suriah dan Irak, sejauh ini "berhasil".

"Kita masih berada di tahap awal pelaksanaan strategi itu. Namun jelas, bukti-bukti awal menunjukkan bahwa strategi itu berhasil," katanya.

Lepas dari serangan-serangan udara AS dan sekutunya, kaum militan belum lama ini berhasil merebut hampir separuh kota Kobani, dan mengambil alih sebagian besar Anbar, provinsi terbesar di Irak, untuk menjadi bagian dari apa yang mereka sebut sebagai "kekhalifahan ISIS."

Dua wartawan dibunuh

Dalam perkembangan lain, Wartawan Lintas Batas (RSF) melaporkan, dua wartawan Irak dibunuh oleh ISIS dalam empat hari terakhir.

Mohanad al-Akidi, koresponden kantor berita Sada di Mosul yang dikuasai ISIS, ditembak mati di pangkalan Ghazlani hari Senin (13/10), setelah diculik Juli lalu dalam perjalanan ke Provinsi Dohuk.

Hari Jumat pekan lalu, Raad Mohamed al-Azzawi, juru kamera televisi Sama Salah Aldeen TV, dipenggal oleh milisi ISIS di kota Samarra, setelah disekap selama satu bulan.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > ISIS
 
  Munarman Ditangkap Densus 88 Polri terkait Baiat ISIS
  Operasi Penyerbuan Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi 'pada Malam Berbahaya' Sekitar 2 Jam
  ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir
  Ketua DPR Minta Aparat Keamanan Indonesia Respons Terukur Ancaman ISIS
  'Serangan Senjata Kimia Pertama' dalam Pertempuran Lawan ISIS di Mosul
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2