Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
NASA
Misi Maven Menuju MARS Diluncurkan NASA
Tuesday 19 Nov 2013 15:53:34
 

Hambaran permukaan Mars yang diduga sempat mengandung air yang berubah jadi mineral.
 
FLORIDA, Berita HUKUM - Badan Antariksa AS (NASA) meluncurkan misi Maven untuk menuju planet Mars.
Orbit misi ini diluncurkan melalui roket Atlas V dari landasan Angkatan Udara AS di Cape Canaveral, Florida pada Selasa (19/11) dinihari WIB.

Jika misi senilai $671 juta (Rp ) ini berjalan sesuai rencana, maka Maven akan diluncurkan selama 10 bulan guna menyelidiki Mars.

Proyek antariksa terbaru ini akan menelisik atmosfer atas di Mars untuk mencari tahun bagaimana lapisan udara Di sana nyaris hampa.

Sejumlah bukti menyebut bahwa planet merah itu dulunya diselubungi kabut tebal yang mendukung dugaan keberadaan air di permukaannya. Namun kini tekanan udara di planet itu diduga sangat rendah sehingga jika terdapat air maka hampir pasti akan langsung mendidih dan musnah.

"Semuanya kelihatan baik. Sinyal diterima dengan mulus, sejauh ini sistem yang sudah disiapkan dapat melapor kembali dengan lancar. Kami menuju Planet Merah," kata David Mitchell, manajer misi Maven di NASA.

Atmosfir di Mars dewasa ini sebagian besar terdiri dari karbon dioksida, sangat tipis, dengan tekanan atmosfir di permukaan yang hanya 0, 6% dari tekanan di permukaan bumi.

Namun gambaran lanskap Mars menunjukkan ada selat yang terpisah olehKlik limpahan air mengalir sehingga disimpulkan bahwa planet ini dulunya dilingkupi atmosfir yang lebih padat.

Pusaran Angin

Ahli menduga sebagian massa udara itu kemudian bereaksi dengan, dan kemudian terbentuk menjadi, mineral yang berada di permukaan planet.

Namun penjelasan paling gamblang terkait raibnya air dari tempat misterius itu menurut pakar adalah karena adanya pusaran angin dari matahari - yang berupa hembusan kuat partikel energetik dari sang surya -sehingga menggerus air dari sana sedikitd emi sedikit.

Analisa ini dipandang mungkin karena tidak seperti bumi, Mars tak punya ladang magnet yang menjadi lapisan pelindung sehingga mampu menghindarkan efek abrasif yang muncul dari bintang bumi.

Maven (Mars Atmosphere and Volatile EvolutioN spacecraft) dilengkapi dnegan delapan piranti - sebagian digunakan untuk mempelajari pengaruh Matahari terhadap Mars, sebagian lagi dipakai untuk menyelidiki komposisi dan perilaku atmosfirnya.

Tujuannya adalah untuk mengukur tingkat menipisnya molekul udara saat ini, membedakan dengan proses-proses lain yang berakibat serupa sebelumnya.

Para ilmuwan berharap dapat menggunakan informasi ini untuk mengetahui bagaimana iklim di Mars berubah dari jutaan tahun lalu saat planet itu diduga dalam keadaan hangat dan lebih basah, sehingga berpotensi bisa didiami mahluk hidup, menjadi sekarang yang beku dan terik.

Misi ke Mars juga dilakukan lmuwan India yang baru-baru ini Klik meluncurkan pesawat tanpa awaknya ke planet merah itu.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2