Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Malaysia
Mahathir Mohamad Desak Pencopotan PM Razak
Monday 31 Aug 2015 08:46:50
 

Mahathir Mohamad menghadiri aksi yang digelar oleh kelompok yang menentang PM Najib Razak.(Foto: Istimewa)
 
MALAYSIA, Berita HUKUM - Mantan pemimpin Malaysia, Mahathir Mohamad, bergabung dengan para pengunjuk rasa di Kuala Lumpur, hari Minggu (30/8), dan menyerukan pencopotan Perdana Menteri Najib Razak. "Satu-satunya jalan bagi rakyat untuk kembali ke sistem lama adalah dengan mencopot perdana menteri," kata Mahathir.

"Dan untuk bisa mencopotnya rakyat harus bisa menunjukkan kekuatan. Rakyat tidak menginginkan pemimpin yang korup," kata mantan perdana menteri berusia 90 tahun tersebut.

Tekanan kepada PM Razak berawal dari terungkapnya aliran dana sebesar US$600 juta ke rekening pribadinya.
Razak sendiri telah membantah tuduhan korupsi dan menyebut aksi selama dua hari yang berakhir pada Minggu malam tersebut provokatif.

Panitia aksi mengatakan demonstrasi menentang PM Razak diikuti oleh tak kurang dari 350.000 orang tapi polisi mengatakan jumlahnya tak lebih dari 25.000.

Para pengamat politik di Malaysia mengatakan kecil kemungkinan aksi ini membesar dan karenanya sulit bagi para demonstran untuk mendesak PM Razak mundur.

Selain tak punya pemimpin aksi yang karismatik, aksi 34 jam ini tak mendapat dukungan penuh dari partai yang mewakili kepentingan rakyat Malaysia.

Mahathir dikenal sebagai tokoh UMNO, partai yang berkuasa di Malaysia saat ini, dan tindakannya bergabung dengan para pengunjuk rasa dikecam oleh politikus partai ini, kata kantor berita Reuters.

Sementara, Tian Chua sebagai anggota Parlemen Malaysia dari Parti Keadilan Rakyat mengatakan, mengenai aksi ini dengan jumlah sekitar 500.000 massa yang ikut ambil bagian dengan bentuk tuntutannya adalah, "Malam ini signal dari perhimpunan, jelasnya hendakkan Najib Resign. Jika Najib berdegil mau terus berkuasa, kami akan berkumpul lagi dalam masa terdekat. Kami akan berhimpun sekali dengan jumlah yang lebih banyak & akan berterusan sehingga Najib mundur.(BBC/bh/mnd)



 
   Berita Terkait > Malaysia
 
  Malaysia Batalkan Proyek Kereta Rp 290 T dari Utang China
  Mantan PM Malaysia Najib Razak Ditahan Dikenai 25 Dakwaan Pencucian Uang
  Pejabat Malaysia Klaim 'Proyek Cuci Uang' Mantan PM Najib Razak Melibatkan Cina
  Ratusan Jam, Tas dan Ribuan Perhiasaan Triliunan Rupiah Disita dari Rumah Mantan PM Malaysia
  Rakyat Malaysia Gotong royong Menyumbang untuk Bayar Utang Negara
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2