Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Rupiah
Kwik Kian Gie: Rupiah akan Terus Merosot Sampai Ada Pemimpin Kuat yang Mampu Balikkan Keadaan
2018-09-07 08:38:48
 

Kwik Kian Gie Menko Ekuin, era Presiden Abdurrahman Wahid.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko Ekuin) era Presiden Abdurrahman Wahid, Kwik Kian Gie, berpendapat bahwa nilai Rupiah akan terus melemah terhadap Dolar Amerika Serikat hingga tak ada batasnya, sampai ada pemimpin yang sangat kuat yang mengerti persoalan dan berani membalikkan keadaan Rupiah.

Hal tersebut dia sampaikan dalam acara talkshow 'Indonesian Business Forum' yang ditayangkan TVOne pada 10 Mei 2018 lalu.

"Seandainya rupiah itu tidak merosot saya malah heran," kata Kwik Kian Gie.

Kwik juga membandingkan antara nilai tukar Rupiah dan nilai tukar mata uang negara-negara tetangga Indonesia terhadap Dolar Amerika dalam kurun 48 tahun terakhir.
Singapura misalnya, Kwik mengatakan bahwa dalam 48 tahun, negara itu mengalami penguatan nilai mata uang atau apresiasi sebesar 57 persen. Sementara Malaysia mengalami penurunuan nilai mata uang atau depresiasi sebesar 57 persen. Sedangkan Thailand mengalami depresiasi sebesar 52 persen. Dan Filipina mengalami depresiasi sebesar 756 persen. Adapun Indonesia sendiri mengalami depresiasi sebesar 3757 persen.

Mengacu pada data tersebut, Kwik menyimpulkan bahwa nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat akan terus merosot.

"Kalau sepajang 48 tahun seperti ini, kenapa selanjutnya tidak?" kata Kwik.

Kwik juga mengungkapkan, melemahnya nilai tukar Rupiah ini tidak cuma karena persoalan ekonomi, tapi juga oleh rekayasa asing untuk menjadikan Indonesia terpuruk dan bangkrut.

Sementara, Rupiah saat ini terpuruk hingga menembus angka Rp 14.938 per Dolar Amerika. Bahkan pada Selasa (4/9/2018) malam sempat tembus di angka Rp 15.029.

Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjelaskan, pelemahan nilai tukar terhadap dolar Amerika Serikat bukan hanya terjadi terhadap Rupiah saja, tetapi juga mata uang negara lain.

"Tidak hanya negara kita, Indonesia, yang terkena pelemahan kurs, tidak hanya Indonesia," tegas Jokowi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018).

Menurut Jokowi, pelemahan Rupiah saat ini lebih disebabkan sentimen dari eksternal, seperti kenaikan suku bunga The Fed, perang dagang antara China dan Amerika Serikat, dan krisis yang melanda Turki serta Argentina.

"Ini faktor eksternal yang bertubi-tubi," ujarnya.

"Saya kira yang paling penting kita harus waspada, kita harus hati-hati," imbuhnya.

Lihat Video YouTube : Klik disini.(jurnalindonesia/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Rupiah
 
  Efektivitas Peluncuran Uang Kertas Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Khusus Dipertanyakan
  Rupiah Terus Anjlok, Defisit Anggaran Melebar dan Kasus Corona Bertambah
  Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
  Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
  IPI: Ada 2 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2