Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Komisi VI
Komisi VI Protes Deputi BUMN Tak Hadir
Monday 01 Jul 2013 15:37:13
 

Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima (F-PDI Perjuangan).(Foto: iwan armanias/parle)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah Anggota Komisi VI DPR RI protes terhadap ketidakhadiran Deputi BUMN dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP), Senin (1/7). Akhirnya, rapat ditunda hingga Kamis, (4/7).

Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima (F-PDI Perjuangan) saat memimpin rapat. mempertanyakan, mengapa hanya Asisten Deputi (Asdep) Infrastruktur dan Logistik, Kementerian BUMN yang hadir. Menurut aturannya, RDP setidaknya harus dihadiri pejabat eselon I. Sementara Deputinya sendiri yang dijadwalkan hadir dalam RDP, ternyata sedang dirawat rumah sakit, karena demam.

Agenda rapat sedianya akan mendengarkan jawaban tertulis dari PT. Pelindo I-IV. Dengan ketidakhadiran tersebut, Komisi VI merasa tidak dihargai.Idealnya, rapat dihadiri menteri. Bila menteri berhalangan bisa menunjuk pejabat eselon I untuk mewakili. Para anggota Komisi VI yang hadir bergiliran ikut mengomentari jalannya rapat.

Para Direksi Pelindo I-IV yang sudah hadir, akhirnya tak bisa menyampaikan jawaban apa pun, karena rapat tak sesuai dengan aturan yang ada di lingkungan DPR RI. Rapat sempat diskors sejenak untuk meminta konfirmasi dari Asdep, agar ada deputi yang bisa menggantikannya dalam rapat tersebut. Ternyata, semua deputi juga hari itu sedang sibuk. Akhirnya, diputuskan rapat ditunda hingga Kamis.

Seperti diketahui, sisa waktu dalam masa sidang IV ini tinggal beberapa hari lagi. DPR segera reses pada 12 Juli 2013. Aria Bima saat memimpin rapat minta agar Kementerian BUMN mengerti jadwal dan aturan main yang berlaku di DPR RI. Rapat ini sebenarnya sudah dijadwalkan jauh-jauh hari. Tiba-tiba gagal, karena ketidakmengertian para pejabat di Kemeneterian BUMN.(mh/dpr/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Komisi VI
 
  Pembentukan Lembaga OSS Dinilai Langgar Undang-Undang
  Pemerintah Harus Konsekuen Laksanakan Undang-Undang
  Jangan Habiskan Uang Negara Untuk Pencitraan
  Meningkatkan Industri Nasional dengan Pendidikan Vokasi
  Komisi VI Temukan Indikasi Kecurangan PT Dirgantara Indonesia
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2