Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Rencana Mogok Hakim Tuntut Kenaikan Gaji
Komisi III Bahas Kesejahteraan Hakim
Tuesday 10 Apr 2012 13:26:00
 

Jaringan Aksi Mahasiswa Hukum Indonesia berunjukrasa dengan aksi teatrikal di depan gedung DPR/MPR-RI Jakarta, Kamis (11/12). Mereka menolak perpanjangan usia pensiun hakim agung hingga 70 tahun. (Foto: Tempo/Wahyu Setiawan)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Rencana mogok sidang yang disuarakan para Hakim, karena minimnya gaji yang mereka terima. Nampaknya mendapat perhatian yang serius oleh Komisi III DPR RI.

Rencananya hari ini, komisi yang membidangi Hukum itu akan mengadakan pertemuan dengan para hakim yang tergabung dalam Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI). Dalam pertemuan itu akan dibahas mengenai kesejahteraan hakim yang saat ini dinilai jauh dari layak.

"Betul hari ini, kita akan dengar pendapat hakim-hakim dari perwakilan seluruh Indonesia. Dan kita akan advokasi semua keluhannya itu," tutur anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Al Habsyi saat dihubungi wartawan, Selasa (10/4).

Seperti diketahui, sekitar 7500 Hakim diseluruh Indonesia dimana para Hakim itu ada istilah sebagai wakil Tuhan di dunia ini, mereka berencana akan mogok kerja (mogok sidang.red). Karena kesejahteraan mereka tidak diperhatikan.

Hal inilah yang sangat oleh politisi PKS yang menyebutkan bahwa anggaran Rp 405 milyar di APBN-P tidak diperuntukkan untuk kesejahteraan Hakim. Padahal diharapkan anggaran pada APBN-P 2012 tersebut bisa digunakan untuk mensejahterakan para penjaga keadilan.

"Apa yang diungkap media seputar keseharian mereka, rumah kontrakan atau berdesakan dirumah dinas yang tak layak huni, adalah fakta yang beberapa kali pula saya temui ketika kunker ke daerah. Saya kira ketua MA sebagai primus interpares haruslah memperjuangkan nasib para hakim tersebut, kita harus prioritaskan anggaran untuk kesejahteraan mereka," ungkap Ketua DPP PKS ini.

Aboe mengatakan dirinya sangat mendukung aksi untuk perbaikan kesejahteraan hakim, namun hal ini harus dilakukan dengan benar dan efektif. Menurutnya, bisa jadi aksi mogok sidang ini baru pertama kali terjadi di dunia.

"Saya kira masih ada alternatif lain yang bisa dilakukan. Kita harus segera duduk bersama untuk mencari solusi atas persoalan ini, sehingga aksi mogok tidak sampai terjadi. Bila tidak, aksi mogok tersebut akan membawa dampak besar bagi wibawa lembaga peradilan dan upaya law enforcement di Indonesia," jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan, Anggota Komisi III DPR Ahmad Basarah menurutnya, gaji hakim harus lebih tinggi dari gaji para pejabat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)."Sebagai faktor penting saya setuju gaji hakim harus lebih besar dari PNS lain, bahkan harus lebih besar dari gaji pegawai KPK," jelasnya.

Jika gaji para hakim sejahtera, dirinya berharap kinerja Hakim dalam memutuskan perkara bisa lebih independen. "Tetapi, kontrol terhadap hakim harus semakin ketat. Seperti memberikan hukuman dua kali lipat lebih berat dari sebelumnya kepada hakim yang menerima suap. Sehingga prinsip Reward and Punishment dapat diterapkan secara tegas dan komprehensif,” tutur wakil sekjen PDIP itu.(dbs/rob)



 
   Berita Terkait > Rencana Mogok Hakim Tuntut Kenaikan Gaji
 
  IKAHI Tuding Pemerintah Lupa Peraturan UU
  Komisi III Bahas Kesejahteraan Hakim
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2