Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pertumbuhan Ekonomi
Kejar Pertumbuhan 7%, Pemerintah Pertajam Sasaran Pembangunan
Sunday 10 Feb 2013 09:41:49
 

Menko Perekonomian Hatta Rajasa (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2014 sebesar 7 persen sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Namun semua tergantung dari situasi eksternal perekonomian global yang membaik.

"Pasti kita bisa capai (target pertumbuhan 7 persen) asalkan memang eksternal membaik, harga-harga komoditi membaik, sehingga perdagangan kita, kita harapkan juga membaik," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, di Jakarta, Sabtu (9/2).

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi di 2014 ini, menurut Hatta, pemerintah memastikan akan mempertajam sasaran-sasaran pembangunan yang akan dicapai dengan melakukan evaluasi hal yang sudah dicapai. Karena RKP 2014 ini menjadi masa bakti terakhir Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

"Yang tercapai tentu saja jauh lebih banyak, namun memang masih ada yang perlu kerja keras, ada yang perlu kita evaluasi capaian-capaian apa yang terkait dengan katakanlah situasi yang terkait dengan eksternal," ujar Hatta.

Menko Perekonomian itu menjelaskan, sasaran yang dipertajam terkait pencapaian tujuan pembangunan jangka menengah (MDGs) seperti sektor infrastruktur, energi dan pangan.

Sedangkan langkah strategis yang harus dilakukan mulai tahun ini adalah mempercepat belanja yang terukur dan tepat sasaran. Kementerian/Lembaga (K/L) juga diminta meneruskan penghematan khususnya perjalanan dinas, pembangunan gedung untuk dialihkan pada belanja modal infrastruktur.

"Jadi serapan harus baik. Dari Rp 203 triliun di anggaran pendapatan belanja negara (APBN) untuk belanja modal, hampir Rp 100 triliun di APBD dan, swasta Rp 140-an triliun, jadi cukup besar, hampir 5 persen dari produk domestik bruto (PDB) kita," ungkap Hatta.

Senada dengan Menko Perekonomian, Kepala Bappenas Armida Alisjahbana mengatakan akan mempertajam capaian-capaian pemerintah selama ini.

"Karena 2014 KIB terakhir maka ada komitmen RPJMN yang mungkin ada gap, ini akan kita kejar di 2014 kemudian dalam perjalanan 2010-2012 ada directive presiden yang waktu RPJMN sebelumnya tidak masuk, karena ada isu-isu kekinian ada prioritas-prioritas segala itu kita persiapkan,"ujar Armida.

Kepala Bappenas juga mengatakan tema RKP 2014 ini adalah pemantapan perekonomian nasional bagi peningkatan kesejahteraan yang berkeadilan. Jadi, ada dua fokus pembahasan pertama perekonomian nasional bukan hanya domestik, tetapi fokus juga pada ekspor; dan kedua terkait kesejahteraan kemiskinan, pengembangan SDM, kesehatan, pendidikan dan kesenjangan.(es/skb/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Pertumbuhan Ekonomi
 
  Wakil Ketua MPR: Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Naik, Pertumbuhan Kita Masih Eksklusif
  Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak 'Commodity Boom'
  Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022
  Harga Tidak Juga Stabil, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
  Roadmap Ekonomi dan Industri Indonesia menuju Superpower Dunia
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2