Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres 2014
KPU Optimalkan Waktu Demi Kecermatan Verifikasi Parpol
Friday 26 Oct 2012 12:43:08
 

Konferensi Pers yang diselenggarakan KPU di ruang Media Centre KPU (Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berupaya kerja keras dan berhati-hati dalam melakukan verifikasi administrasi partai politik peserta Pemilu 2014. Semua itu dilakukan agar semua proses verifikasi ini mempunyai legalitas yang kuat dan mempunyai manfaat yang besar terhadap perkembangan demokrasi di Indonesia.

Hal ini diungkap oleh Ketua KPU, Husni Kamil Manik dalam konferensi pers yang diselenggarakan KPU di ruang Media Centre KPU, Kamis (25/10). “Untuk itu, KPU belum membuat kesimpulan akhir dari hasil verifikasi administrasi partai politik (parpol) peserta pemilu 2014, ini adalah upaya kehati-hatian dan kerja keras kami dalam mencermati dokumen partai politik,” papar Husni Kamil Manik.

Selanjutnya, Anggota KPU Hadar Nafis Gumay juga menambahkan, proses verifikasi administrasi partai politik peserta pemilu 2014 ini pada dasarnya dibagi menjadi dua aspek yang diperiksa, pertama, aspek kepengurusan, kedua, aspek keanggotaan. Persyaratan pemilu 2014 jauh lebih berat dari pemilu yang lalu, banyak sekali aspek yang perlu dilihat dokumen-dokumen yang terkait di dalamnya. KPU butuh lebih banyak waktu dan ruang untuk bisa memastikan apa yang dikerjakan ini tidak keliru, khususnya tentang keanggotaan.

“Malam ini kami belum bisa mengambil keputusan, khususnya aspek keanggotaan, kami harus mencermatinya, sehingga kami bersama-sama belum bisa mengambil keputusannya hari ini, dan direncanakan hari Minggu siang akan kami ambil keputusan dan mengumumkannya,” ujar Hadar, yang merupakan Anggota KPU Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu ini.

Prosedur yang KPU sediakan tidak sepenuhnya direspon sesuai dengan prosedur yang diharapkan, tambah Hadar, ada sebagian parpol yang melengkapi datanya melalui proses sistem informasi, tetapi ada sebagian lagi ada yang tidak mengikuti proses tersebut, sehingga KPU membutuhkan kecermatan yang lebih jauh.

Sementara itu Anggota KPU Ida Budhiati juga menyampaikan bahwa KPU tidak merubah tahapan sesuai yang ditetapkan dalam keputusan KPU nomor 07 Tahun 2012 sebagaimana diubah ke nomor 11 tahun 2012. KPU juga memastikan tanggal 29 Oktober 2012 dokumen sudah dapat dikirim ke KPU Kabupaten/Kota melalui KPU Provinsi.

“Jadi tidak ada waktu yang dirugikan dari aspek peserta pemilu, kami mengelola waktu yang dimiliki oleh KPU bersama KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, sehingga kami perlu melakukan pencermatan dalam rangka mengedepankan aspek kehati-hatian,” ujar Ida Budhiati.

Penyelenggara pemilu itu dituntut bekerja secara cermat, tambah Ida, dengan mengedepankan aspek administrasi pemilu, supaya tidak ada kekeliruan, maka KPU memandang untuk mengoptimalkan waktu. Kemudian secara pararel KPU akan menyampaikan hasilnya kepada parpol dan kepada KPU Kabupaten/Kota melalui KPU Provinsi untuk segera ditindaklanjuti.(kpu/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Pilpres 2014
 
  Jelang Pilpres, Bang Yos 'Nyekar' ke Asta Tinggi
  Bupati Gorontalo Minta Dahlan Gandeng Bupati Kutai Timur Kepilpres
  Pilpres 2014, Jika Tanpa Jokowi Bukan Pemilu
  Politisi Narsis, Jalankanlah Politik Etis
  Jelang Pilpres 2014, Idham: Partai Tidak Mau Kalah Start
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2