Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
PT KAI
KAI Segera Terapkan Sanksi Kurungan dan Denda
Tuesday 17 Jan 2012 20:40:15
 

Menumpang di atas gerbong kereta api sangat membanyakan jiwa (Foto: Ist)
 
*Bagi penumpang yang masih berada di atap gerbong kereta api

JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – PT Kereta Api Indonesia (KAI) segera memberlakukan hukuman maksimal tiga bulan dan denda Rp 15 juta terhadap penumpang yang kedapatan berada di atap gerbong kereta rel listrik (KRL). Hal ini menyusul pemasangan bola-bola beton di sejumlah stasiun di Jakarta dan sekitarnya.

“Langkah hukum terhadap para penumpang atap ini, akan tetap dilaksanakan mulai Sabtu (21/1) nanti. Akan ada dokumentasi foto dulu dan baru yang bersangkutan langsung kami proses secara hukum," kata Kepala Penertiban PT KAI Wilayah Jabotabek, Sujadi kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/1).

Menurut dia, PT KAI telah memasang bola-bola beton di sejumlah stasiun di Jakarta dan sekitarnya. Pemasangan bola tersebut, mulai dilaksanakan pada hari ini. Setelah itu, akan dievaluasi kembali dalam waktu satu minggu untuk menentukan penambahan bola beton atau tidak. "Untuk saat ini, setelah pemasangan sudah tampak hasilnya. Sudah tidak ada lagi penumpang di atap di rute Bekasi-Tambun,” jelasnya.

PT KAI akan menerapkan sanksi bagi penumpang yang berada di atas atap gerbong dengan hukuman maksimal tiga bulan dan denda Rp 15 juta. Langkah penertiban yang dilakukan awal tahun ini, termasuk melibatkan wejangan ulama dan kelompok musik di stasiun-stasiun kereta berisi peringatan akan bahaya naik ke atap kereta.

Upaya lain yang dilakukan PT KAI adalah menyiram penumpang atap dengan cat atau air dan pemasangan kawat berduri di sejumlah stasiun. Tetapi sejauh ini masalah ini belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Berdasarkan data PT KAI, sepanjang 2008, paling tidak 53 penumpang tewas akibat berada di atap gerbong KA. Pada 2011 lalu, jumlah korban berkurang menjadi 11 orang.

Ternyata sejumlah penumpang atap yang memiliki komunitas sendiri. Mereka mengklaim bahwa masalah ini takkan dapat diselesaikan, jika pemerintah tidak menambah gerbong kereta. Mereka pun meminta PT KAI menambah gerbong untuk mengatasi penumpang di atap kereta tersebut.

Kereta rel listrik Jabodetabek sendiri merupakan layanan kereta komuter untuk warga pinggiran kota Jakarta dengan jumlah penumpang mencapai 450.000 penumpang per hari. Harga tiket KRL ber AC termahal mencapai Rp 7.000 sedangkan tiket ekonomi seharga RP 2.000.(ind)



 
   Berita Terkait > PT KAI
 
  KAI Akan Laporkan dan Tuntut Pengemudi Mobil yang Tabrak KRL
  KAI Layani Tes PCR Selama Nataru, Tarifnya Rp195.000 di 17 Stasiun
  Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
  Pemerintah Cabut Subsidi untuk 5 Kereta Api Ekonomi, Ini Daftarnya
  PT KAI DAOP 1 Jakarta Siap Melayani Angkutan Nataru 2018/2019
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2