Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Seluma
Jalan Rusak Parah, Kecamatan Hilir Talo Kabupaten Seluma Terancam Terisolir
2019-03-28 09:21:09
 

Kondisi lokasi jalan yang rusak parah dan berlubang serta digenangi air di kecamatan Hilir Talo kabupaten Seluma, Bengkulu.(Foto: BH /aty)
 
SELUMA, Berita HUKUM - Warga kecamatan Hilir Talo, terus dirundung susah dan ketakutan dari ancaman terisolirnya wilayahnya akibat jalan provinsi yang menuju ke wilyahnya mengalami kerusakan parah dibeberapa lokasi yang tak kunjung mendapat perhatian dari Pemerintah kabupaten Seluma maupun Pemerintah provinsi Bengkulu.

Menurut salah seorang warga desa Talang Panjang, Marni yang mengeluhkan terkait kondisi jalan menuju kecamatan Hilir Talo yang kian rusak parah, apalagi jika terjadi hujan. "Pasalnya kendati tidak musim hujan jalan menuju kecamatan kami terus tergenang air dan diperkirakan kalau belum ada perhatian dalam waktu dekat ini bisa menjadi terisolir wilayah kami, karena lobang jalan setiap harinya semakin dalam," ujarnya, Rabu (27/3).
.
Sementara, pantauan pewarta BeritaHUKUM.com dilokasi, untuk melewati jalan ini memang harus exstra hati-hati, agar kendaraan tidak mengalami kecelakaan tunggal, mogok atau seperti tergelincir dan bahkan bisa terbalik, akibat kondisi kemiringan jalan dengan lubang yang memang parah.

"Apa lagi kendaraan roda empat yang posisinya tidak tinggi, ini tidak mampu lagi melewati jalan ini, dikarenakan dapat menyentuh badan jalan yang sudah rusak parah ini. Sementara pengguna jalan disekitar ini sangat sering mengalami kecelakaan tunggal akibat buruknya jalan," pungkas Marni, yang terlihat kesal terhadap lambannya perhatian Pemerintah terhadap jalan yang sudah rusak parah ini.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah satu pelajar, Hengky Firmansyah yang mengatakan, sangat terganggu dengan kondisi jalan yang berlobang ini, salah satunya perjalanan menuju sekolah sangat menyita waktu. "Biasanya hanya dapat ditempuh 20 menit akan tetapi dengan kondisi jalan berlubang bisa ditempuh dengan 40 menit lebih bahkan bisa 1 jam," jelas Hengky..

"Disisi lain, sering menyebabkan para pelajar putri terjadi kecelakaan tunggal akibat besarnya lobang dijalan yang disertai genangan air," pungkas Hengky dengan awak media.(bh/aty)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2