Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
London
Gerbong Kereta Api Tahan Ledakan Didesain
Friday 25 Jan 2013 09:07:00
 

Percobaan peledakan sebuah gerbong kereta api.(Foto: Ist)
 
LONDON, Berita HUKUM - Sebuah tim peneliti di Sekolah Teknik Universitas Newcastle tengah mempelajari kemungkinan menciptakan sebuah gerbong kereta api tahan ledakan untuk menghindarkan terulangnya insiden yang terjadi di jaringan kereta bawah tanah London akibat serangan teroris beberapa tahun lalu, Jum'at (25/1).

Para insinyur dalam tim ini berhasil membuat sebuah gerbong tahan ledakan yang didesain sesuai dengan situasi pengalaman traumatis tanggal 7 Juli, 2005 itu.

Gerbong digdaya ini dibuat antara lain dengan melapisi plastik pada pinggir jendelanya, bahan rangka dibuat dari material penyerap energi sementara bagian-bagian yang berat dan bagian atapnya terikat kuat.

Seorang juru bicara dari Universitas Newcastle menyebut gerbong anti ledak ini juga "hemat".
Desain yang sudah jadi ini diharapkan dapat ditawarkan pada industri kereta untuk memberi jaminan keamanan lebih pada penumpang.

Para pakar memusatkan penelitian pada dua hal: yaitu upaya membatasi dampak ledakan pada gerbong dan mengurangi volume serpihan akibat ledakan yang dapat membahayakan bahkan menewaskan penumpang.

Untuk riset ini, tim menciptakan kondisi ledakan betulan dengan memanfaatkan gerbong kereta bawah tanah Inggris (Tube) yang sudah usang.

Obyek berhamburan

Tes serupa dilakukan pula pada gerbong baru hasil desain tim dengan meniru efek ledakan bom dalam gerbong.

Kunci keberhasilan upaya melindungi penumpang dari bahaya, menurut peneliti utama Conor O'Neill, "upaya mencegah serpihan gerbong beterbangan adalah kuncinya. Mengunci panel langit-langit agar tidak berhamburan sangat menurunkan risiko jatuhnya korban dan juga membuat koridor antar kursi tetap bersih dari serpihan benda," ujarnya.

"Lapisan untuk jendela yang kami kembangkan juga sangat efektif. Tanpa lapisan itu sebuah ledakan dalam gerbong akan membuat jendela hancur berkeping-keping ke arah luar, sehingga orang yang ada di luar seperti calon penumpang di peron berisiko jadi korban pecahan kaca." Jelasnya.

Sementara untuk meredam goncangan peneliti mencoba mengembangkan material yang mampu menyerap energi sehingga mengurangi dampak ledakan.

O'Neil menambahkan, "sekedar mengganti seluruh gerbong bukan jalan keluar. Yang kita coba tunjukkan adalah bahwa perusahaan (kereta api) bisa membuat modifikasi untuk gerbong yang hemat sekaligus efektif yang akan memberi perlindungan lebih kalau terjadi serangan," tambahnya.(bbc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2