Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Cina
Eropa Mengemis Bantuan kepada Cina
Friday 28 Oct 2011 16:01:55
 

Ekonomi Cina tetap tumbuh kuat ketika Eropa dan Amerika Serikat terpuruk (Foto: AFP Photo)
 
BEIJING (BeritaHUKUM.com) – Kepala dana bantuan kawasan Eropa, Klaus Regling mulai membujuk Cina untuk berinvestasi dalam sebuah skema bantuan bagi negara Eropa yang mengalami krisis utang. Setelah bertemu pemimpin Cina, Regling mengatakan, tidak ada negosiasi resmi dan belum akan ada kesepakatan untuk saat ini. Tapi diperkirakan Cina mungkin akan memberikan dana sekitar 100 miliar dolar AS untuk dana bantuan.

Beijing sendiri telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka akan meminta garansi penuh atas setiap kemungkinan keterlibatan mereka. Nmaun, Regling, yang merupakan kepala eksekutif badan Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF) mengatakan, dia tidak bernegosiasi dengan Cina sebagai investor potensial tetapi menggelar pertemuan konsultasi untuk memutuskan syarat untuk peningkatan dana. "Jangan harap ada hasil pasti atas pembicaraan kami,'' katanya kepada kantor berita AFP.

Dia mengatakan selama ini Cina merupakan langganan yang membeli surat berharga EFSF. Ia pun menginginkan kehadiran surat berharga ini sebagai potensi investasi komersial ke Cina. Ditegaskan pula, Beijing biasanya mencari tempat yang investasi yang aman untuk surplus perdagangan mereka. "Saya optimistis kami akan memiliki hubungan jangka panjang,'' katanya.

Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick mengatakan dia meyakini Cina akan berinvestasi di Eropa hanya jika ada insentif. "Saya rasa Cina tidak akan datang sebagai ksatria putih dengan menyediakan dana bantuan untuk Eropa,'' katanya kepada BBC.

Tetapi seorang investor Jim Rogers mengatakan Cina siap untuk membantu. "Dari sudut pandang Cina, ini bantuan asing murah. Mereka akan membeli surat berharga. Saya rasa mereka akan menaruh sejumlah dana,'' katanya.

Sementara itu Presiden Nicolas Sarkozy mengatakan masuknya Yunani ke Uni Eropa merupakan sebuah kesalahan. Menurut Sarkozy Yunani yang kini terbelit utang sebetulnya ''tidak siap'' ketika bergabung dengan Uni Eropa pada 2001 silam. Para pemimpin Eropa sendiri bertemu di Brussel untuk menyetujui sebuah kesepakatan yang ditujukan untuk mencegah krisis menyebar lebih luas.

Kesepakatan ini mendapat sambutan positif di pasar global. Kerangka untuk bantuan lanjutan EFSF akan mulai dilakukan November. Jerman sebagai negara ekonomi terbesar di Eropa diperkirakan akan menjadi kontributor terbesar.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait > Cina
 
  Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
  Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
  Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
  Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
  Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2