Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Luar Angkasa
Ditemukan Bukti Adanya Air di Planet Mars
Wednesday 15 Apr 2015 04:37:48
 

Para ilmuwan meyakini ada air dalam bentuk cair di bawah permukaan planet Mars.(Foto: Nasa)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Wahana peneliti milik badan ruang angkasa Amerika Serikat (NASA), Curiosity, menemukan bukti bahwa air dalam bentuk cair ada di bawah permukaan planet Mars. Para ilmuwan tadinya menganggap temperatur di permukaan Mars terlalu dingin dan gersang, sehingga tak memungkinkan air dalam bentuk cair untuk bertahan, meski di planet itu ada deposit es.

"Bukti yang sejauh ini ada adalah air di Mars kalau ditemukan, akan berbentuk beku. Ini untuk pertama kalinya ada bukti terdapat air dalam bentuk cair di Mars," kata Andrew Coates dari lembaga sains dan astronomi Mullard Space di London.
Temuan terbaru ini memperlihatkan bahwa tanah di Mars mengandung air asin.

Seperti diketahui, diperlukan suhu yang jauh lebih dingin untuk membuat air garam membeku. Ini berbeda dengan air biasa yang membeku pada suhu nol derajat Celcius.

Tak terlalu padat

Ketika bercampur dengan kalsium perklorat, air dalam bentuk cair tetap bertahan dalam bentuk ini hingga suhu -70 derajat Celcius.

Pengukuran baru kawah Gale menunjukkan selama musim dingin, dari malam hingga sebelum matahari terbit, temperatur dan tingkat kelembaban di Mars ideal untuk terbentuknya air asin.

Peneliti Mars di Universitas Kopenhagen yang juga anggota tim peneliti Curiosity, Morten Bo Madsen, kepada harian Inggris The Guardian mengatakan bahwa tanah di Mars tidak terlalu padat.

"Yang kita lihat adalah air bisa meresap. Sejalan dengan berlalunya waktu, garam mungkin masuk ke tanah ini dan sekarang menjadi cair, bergerak ke tempat lain, dan menguap di bawah permukaan Mars," jelas Madsen.

Curiosity mendarat di Mars pada 2012 di kawah Gale, yang terletak di selatan ekuator. Kawah raksasa ini memiliki diameter 154 kilometer dengan tinggi dinding kawah sekitar lima kilometer.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Luar Angkasa
 
  Iran Luncurkan Roket Bawa Tiga Perangkat Penelitian ke Luar Angkasa
  Lapan Ajak Matikan Lampu untuk Lihat Galaksi Bima Sakti Besok
  Pesawat Ruang Angkasa Rusia Terbakar di Atmosfir
  Masjidil Haram & Masjid Nabawi Bercahaya Putih Terang yang Menakjubkan Ramai di Twitter
  Ditemukan Bukti Adanya Air di Planet Mars
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2