Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Pertumbuhan Ekonomi
Dana Bagi Hasil Belum Berpihak Ke Daerah
Thursday 08 Nov 2012 15:56:02
 

Senator anggota DPD RI Gorontalo, Dr. Budi Doku.(Foto: Ist)
 
GORONTALO, Berita HUKUM - Trend pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik, belum bisa menekan hutang Negara ini yang terus menumpuk yang sudah mencapai 2000an triliun. Ditambah lagi hingga saat ini masih banyak daerah-daerah yang terus menjerit meminta penambahan dana dari APBN. Disatu sisi, Dana Bagi hasil yang diberikan belum juga berpihak ke daerah.

“Dari hasil tambang saja, kita didaerah hanya mendapat alokasi sebesar 15 persen, selebihnya masuk ke pusat,” ujar Dr. Budi Doku salah seorang senator DPD RI Gorontalo, Kamis (8/11).

Menurutnya, porsi ini harus dirubah agar daerah bisa benar-benar merasakan hasil dari kekayaannya sendiri yang diperuntukkan bagi wilayah-wilayahnya yang masih membutuhkan pembangunan.

Untuk itu kata Budi Doku, DPD RI telah membentuk Pansus Dana Bagi Hasil (DBH) dengan tujuan agar daerah-daerah bisa mendapat alokasi yang proposional. Setidaknya lanjut Budi, DBH bagi daerah bisa meningkat dari sebelumnya.

“Menurut saya, porsi yang sekarang perlu dinaikkan menjadi 30 persen untuk daerah,” tandasnya.(bhc/shs)



 
   Berita Terkait > Pertumbuhan Ekonomi
 
  Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia
  Wakil Ketua MPR: Ekonomi Tumbuh Namun Kemiskinan Naik, Pertumbuhan Kita Masih Eksklusif
  Waspadai Pertumbuhan Semu Dampak 'Commodity Boom'
  Pimpinan BAKN Berikan Catatan Publikasi BPS tentang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2022
  Harga Tidak Juga Stabil, Wakil Ketua MPR: Pemerintah Gagal Menjalankan Amanat Pasal 33 UUD 1945
 
ads1

  Berita Utama
Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali

• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2