Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Rohingya
Bentrok Sesama, 8 Pengungsi Rohingya di Medan Tewas
Friday 05 Apr 2013 13:20:51
 

Jenajah Rohingya di RS Pringadi Medan.(Foto: BeritaHUKUM.com/and)
 
MEDAN, Berita HUKUM - Pengungsi Rohingya yang tinggal di rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Medan, Jl Selebes Belawan, Medan, bentrok antara sesamanya sehingga mengakibatkan delapan orang menghembuskan nafas terakhirnya. Selain 8 orang meninggal dunia, 21 pengungsi lainnya mengalami luka-luka, Jum'at (5/4).

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yudi Frianto kepada wartawan, dugaan sementara bentrokan yang terjadi dini hari tadi karena wanita.

"Keterangan kita dapati dari orang dalam Rudenim, mereka bertengkar karena wanita," kata Yudi kepada wartawan.

Kedelapan orang meninggal dunia itu adalah warga negara Myanmar. Mereka adalah Aye (23), Myo (20), Aung Thu Win (24), Aung Than (44), Min-min (24), Win Tun (32), Nawe (23) dan Sam Iwin (45).

Polisi masih terus menggali keterangan dari 21 orang yang terluka di Polres Pelabuhan Belawan. Sementara kedelapan korban meninggal, saat ini telah berada di RSU Pirngadi Medan. (bhc/and)
Penyebab baku hantam masih diselidiki. Namun menurut Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan AKP Yudi Frianto, dugaan sementara bentrokan yang terjadi dini hari tadi karena wanita.

"Berdasarkan keterangan dari orang dalam Rudenim bertengkar karena wanita," kata Yudi kepada wartawan di Medan, Jumat (5/4).

Seperti diberitakan sebelumnya, baku hantam terjadi pukul 02.00 WIB dini hari tadi. Kedelapan orang yang tewas adalah Aye (23), Myo (20), Aung Thu Win (24), Aung Than (44), Min-min (24), Win Tun (32), Nawe (23) dan Sam Iwin (45). Selain menewaskan 8 orang, insiden baku hantam itu juga membuat 21 pengungsi lainnya terluka.

Saat ini polisi tengah meminta keterangan dari 21 orang yang terluka di Polres Pelabuhan Belawan, soal awal mula perkelahian malam tadi. Kedelapan korban tewas kini sudah dibawa ke RS Pirngadi.(bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Rohingya
 
  Rohingya: 'Lebih Baik Bunuh Kami, Daripada Deportasi Kami ke Myanmar', Permintaan Pengungsi yang Terkatung-katung Hidupnya
  Myanmar: Cerita Para Pengungsi Rohingya yang Terjebak di Pulau Terpencil - 'Kamp Ini Seperti Penjara Besar'
  Aung San Suu Kyi: Dulu Simbol Demokrasi, Kini Dituding Persekusi Muslim Rohingya
  Muslim Rohingya Tuntut Keadilan di Mahkamah Internasional: 'Myanmar Harus Bertanggung Jawab Terjadinya Genosida'
  Krisis Rohingya: Demonstrasi Tandai Peringatan 2 Tahun di Pengungsian
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2