Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pemilu    
Bawaslu
Bawaslu Temukan Oknum Petugas KPPS 'Nakal'
Tuesday 15 Apr 2014 01:50:07
 

Ilustrasi. Dr. Muhammad, S.IP., M.Si, 'Ada oknum petugas KPPS, ini banyak kami temukan, yang tidak menyerahkan Salinan Formulir C1 kepada saksi dari perwakilan partai politik dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu),'(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Badan Pengawas Pemilu menemukan oknum petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tidak menyerahkan salinan Formulir C1 berisi angka rekapitulasi perolehan suara di tingkat tempat pemungutan suara, kata Ketua Bawaslu Muhammad di Jakarta, Senin.

"Ada oknum petugas KPPS, ini banyak kami temukan, yang tidak menyerahkan Salinan Formulir C1 kepada saksi dari perwakilan partai politik dan panitia pengawas pemilu (Panwaslu)," kata Muhammad di Gedung Bawaslu.

Dia mengatakan, dugaan pelanggaran serius itu ditemukan di banyak TPS di sedikitnya 17 provinsi.

"Ini temuan yang serius, kami menemukan di hampir lebih dari separuh provinsi yang oknum KPPS-nya tidak menyerahkan salinan Formulir C1 itu kepada Panwaslu dan saksi dari parpol," tambah dia.

Selain itu, berdasarkan laporan dari panwaslu, Muhammad mengatakan ada petugas KPPS yang tidak menulis sendiri hasil rekapitulasi dari Formulir C1 plano ke Formulir C1 folio.

Padahal, menurut ketentuan undang-undang dan peraturan KPU, salinan hasil rekapitulasi itu harus dilakukan sendiri oleh petugas KPPS dengan menggunakan tulisan tangan.

"Jadi, oknum itu menyerahkannya ke saksi dari parpol dan panwaslu untuk menyalin sendiri angka-angka rekapitulasi perolehan suara. Itu menyalahi undang-undang dan peraturan KPU, sehingga menurut kami harus ditindaklanjuti," jelasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat Arief Budiman mengatakan pihaknya mempersilakan Bawaslu untuk mengawasi kinerja petugas penyelenggara di mulai dari tingkat bawah, seperti KPPS, Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), KPU kabupaten-kota, hingga KPU provinsi.

Jika ditemukan ada dugaan pelanggaran administrasi, maka sanksi yang akan diterima oleh para petugas tersebut paling berat adalah diberhentikan sebagai penyelenggara Pemilu.

Sedangkan jika temuan dugaan pelanggaran itu menyangkut ranah tindak pidana, KPU mempersilakan Bawaslu untuk mengadukan ke Kepolisian.

"Silakan saja dipolisikan petugas PPS yang seperti itu, tetapi dengan catatan harus ada kejelasan laporan. Jangan sampai hanya isu-isu berhembus lalu dilaporkan polisi tanpa bukti jelas," kata Arief.(F013/Z002/Antara/tt/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Bawaslu
 
  Jokowi Naikkan Tunjangan Pegawai Bawaslu Dua Hari Menjelang Pemilu, Tertinggi hingga Rp 29 Juta
  Soal Bagi-bagi Amplop Logo PDIP di Sumenep, Kritik Buat Bawaslu: Politik Boleh Bagi Penguasa?
  Alasan Bawaslu Tidak Menindaklanjuti Laporan Kornas PD Soal Dugaan Tabloid Anies Baswedan
  Praktik Politik Uang Berkedok Pembagian Masker di Tangsel, Masyarakat Lapor Bawaslu
  Rilis Indeks Kerawanan Pemilu Pilkada 2020, Bawaslu: Ada 24 Daerah Rawan Konflik
 
ads1

  Berita Utama
Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya

• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2