Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Bambang Soesatyo
Bambang Soesatyo: Jabatan Ketua DPR Sebagai Amanah
2018-01-16 05:34:30
 

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) dari fraksi Partai Golkar saat memberikan Pidato.(Foto: wan Armanias/Iw)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan bahwa jabatan yang baru diembannya ini sebagai amanah untuk merealisasikan kemajuan dan kesejahteraan negeri. Dengan melibatkan elemen politik, Bamsoet menyatakan, perbedaan politik yang tajam perlu dikesampingkan demi membuka kerja sama yang harmonis.

Pidato Perdana Bamsoet yang diberi judul Senayan Pelangi Indonesia itu disampaikannya usai dilantik dan diambil sumpahnya oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua DPR RI yang baru di hadapan Rapat Paripurna DPR, Senin (15/1).

"Posisi yang terhormat sebagai Ketua DPR RI bukanlah sekadar jabatan atau kedudukan, tetapi sebuah amanah untuk merealisasikan cita-cita bersama, akan sebuah negeri yang lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih bermartabat," ujarnya dalam pidato.

Mantan Ketua Komisi III DPR ini berjanji di hadapan Rapat Paripurna, melaksanakan amanah mulia ini dengan sebaik-baiknya. Dikatakannya, DPR harus menjadi simbol dan cita-cita ideal Bangsa Indonesia.

"Walaupun harus diakui bahwa selama ini, idealisasi semacam itu masih terasa jauh, namun kita tidak boleh berputus asa. Kita menyadari bahwa kaum politisi di lembaga terhormat ini masih sering dikritik dari kiri dan kanan. Semua ini harus kita terima dengan besar hati dan kita jadikan tekad untuk berbuat yang lebih baik lagi," ucap Bamsoet.

Politisi Golkar itu berharap, di masa mendatang, DPR harus menjadi lembaga yang representatif, harmonis, sekaligus produktif. Dengan begitu, demokrasi akan berkembang dengan matang. DPR, lanjutnya, juga merupakan simbol kemajemukan masyarakat Indonesia. Senayan adalah pelangi Indonesia.

"Di sinilah kita bertemu dengan semua spektrum politik kebangsaan kita. Kita harus merawat keragaman ini, sambil berupaya agar masyarakat Indonesia yang diwakilinya mampu untuk terus melangkah mengejar kemajuan bersama," tuturnya penuh keyakinan.

Ditambahkannya, DPR sekarang adalah DPR di zaman now yang selalu menjadi sorotan. Pergerakan zaman perlu diikuti sekaligus mengadopsi tuntutan zaman baru. Mantan wartawan itu mengimbau agar semua elemen terutama di DPR, tak tenggelam dalam zaman yang sudah lewat.

"Dalam waktu sisa jabatan yang tidak terlalu lama, saya juga akan berupaya memperkuat fungsi dasar DPR RI, yaitu legislasi, pengawasan, dan anggaran. Ketiga fungsi ini harus berjalan seiring dan saling mendukung," komitmennya di hadapan Rapat Paripurna.

Di akhir pidatonya, Bamsoet menyampaikan salam tiga jari yang dia sebut ‘lapangan kerja, sembako, dan rumah terjangkau’ sebagai tujuannya berada di gedung parlemen ini. Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada semua Ketua Fraksi di DPR dan juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang ikut hadir menyaksikan pelantikan ini.(mh/sf/DPR/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Bambang Soesatyo
 
  Bamsoet Terima Anugerah Warga Kehormatan Utama Korps Brimob
  Indonesia Kondusif, Ketua DPR Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi
  Cyber Army Penting untuk Ketahanan Nasional
  Bambang Soesatyo: Jabatan Ketua DPR Sebagai Amanah
  Bambang Soesatyo Hari Ini Bakal Dilantik sebagai Ketua DPR RI
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2