Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Anies Baswedan
Anies Baswedan Ikut Konvensi Capres Demokrat Bukan Cita -Cita Saya
Saturday 31 Aug 2013 12:31:00
 

Anies Rasyid Baswedan, Ph.D saat menyampaikan pidato di acara Syawalan HMI-MPO.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Salah satu kandidat Capres yang mengikuti konvensi Partai Demokrat, Anies Baswedan menyatakan kesiapan untuk terus maju mengikuti langkah lanjutan dalam proses seleksi Konvensi di Partai Besutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Anies sekarang memasuki proses menyiapkan untuk penyampaian visi dan misi pada tanggal 6 besok, dan persiapan untuk itu.

"Ikut konvensi bukan cita -cita saya, namun pesan utamanya dalam visi dan misi saya, yaitu untuk merubah suasana Republik ini," ujar Anies Baswedan, Sabtu (31/8).

Ditanya, soal Mahfud MD yang menyatakan mundur, Apakah sempat mempengaruhi langkah Bapak Anies Baswedan?

"Tidak, karena saya memutuskan mengikutin konvensi ini bukan semata-mata untung-untungan dan rugi dapat posisi apa dan dari jalur mana.

Saya melihat prsoes selama ini dengan atau tidak berada di aktivitas politik, kita tetap bekerja untuk Republik. Kita ada tawaran untuk mengurusi republik ini, atas nama warga negara semua saya nyatakan siap," ujar Anies, seorang intelektual dan profesional muda kelahiran Kuningan.

Inshallah akan saya jalani, konvensi Demokrat, apakah penetapan konvensi sudah clear belum sih, pak Mahfud mempermasalahkan itu?

Saya melihat kita akan terus pantau dan menurut saya, kunci ada pada teman-temen media dan masyarakat.

Semakin transpot light semakin prosesnya harus transparan dan prosesnya semakin Independent.

Jadi saya berharap sekali terhadap temen-temen media. Tapi itu semua harus diperjuangkan, jadi, Mindset saya adalah harus selalu fear selalu free, dan jika ada masalah kita protes, kalau ada masalah yah kita minta perbaiki, diluruskan, dan saya berharap ada pada temen-temen media itu untuk memonitor itu terus.

Ada pertanyaan yang mengganjal tidak dalam mekanisme konvensi??

Menurut Anies Baswedan, pada fase ini semuanya menurut saya masih belajar, mereka baru pertama kali membuat konvensi ini, jadi berharap semuanya sudah beres sebelum semuanya dimulai, semua perjuangan itu penuh tarik menarik, jadi jangan harap seperti upacara.

"Semuanya sudah disiapkan seperti upacara," ujar Anies Baswedan.

Ini perjuangan, bismilah.. saya jalani, hadapi, bertarung, dan itulah karakter perjuangan. Buat saya ini bukan hitung di atas kertas, buat saya semua adalah jalur untuk menjalani.

Biarkan saya mulai ini, maju minimal bisa mendorong untuk maju dalam perubahan, kedepan Indonesia ini terlalu banyak hal-hal positif dan menakjubkan yang kita tidak narasi. Pesan utamanya merubah suasana Republik ini, jelas Anies Baswedan yang kini sebagai Rektor Universitas Paramadina dan merupakan cucu dari pejuang nasional, Abdul Rahman Baswedan (AR. Baswedan).(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Anies Baswedan
 
  Ormas Gerakan Rakyat Luncurkan KTA, Anies Baswedan Jadi Anggota Pertama
  Anies Baswedan Jadi Menteri Apa di Kabinet Prabowo? Ini Isu yang Tengah Hangat Beredar
  Anies Baswedan Dianugerahi Gelar Adat 'Tuan Penato Negarou' di Kabupaten Tubaba, Lampung
  Anies Baswedan vs Konglomerat Hitam
  Pak Anies Dicintai Rakyat, Apa Buktinya?
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2