Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Bola
Anies Bangun 5 Lapangan Sepak Bola Berstandar FIFA di Jakarta, Siapa Saja Boleh Main dan Gratis
2021-11-29 09:28:22
 

Jakarta International Stadium (JIS).(Foto: Twitter/ @hfabian777)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menugaskan sebuah tim di lingkup Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta untuk membangun lapangan berstandar FIFA di tengah perkampungan Jakarta.

apangan berkelas dunia tersebut telah dibangun masing-masing satu di setiap wilayah Kota. Dengan demikian, maka Pemprov DKI Jakarta membangun lima lapangan kelas internasional tersebut.

"Dimulai dari satu di setiap wilayah kota kini telah berdiri lima lapangan standard FIFA, masing-masing satu di tiap wilayah kota Jakarta," kata Anies dalam keterangannya di akun Instagram resminya @aniesbaswedan, yang dikutip pada Minggu (28/11/2021).

Anies menyatakan bakal menggratiskan lapangan sepak bola berstandar FIFA yang telah dibangun di lima kota yang tersebar di wilayah DKI Jakarta itu.

"Dipesankan secara amat tegas, bahkan dituliskan di sekeliling lapangan bahwa lapangan ini tidak untuk dikomersialkan. Jangan sampai fasilitas ini jadi lapangan berbayar," ujar Anies.

Anies kemudian menjelaskan alasan Pemprov DKI Jakarta tidak memungut biaya sepeserpun ketika lapangan tersebut digunakan oleh masyarakat.

"Mengapa? Agar yang tak bisa bayar tetap bisa bermain. Biarkan klub-klub di perkampungan punya kesetaraan kesempatan untuk tumbuh, berkembang dan berprestasi," ucap Anies.

Anies menceritakan ide awal membangun lapangan sepak bola kelas dunia berawal ketika dirinya kerap mengunjungi lapangan yang mempunyai kualitas rumput sangat baik berstandar internasional.

Namun, lapangan itu hanya ada di sekolah-sekolah ternama dan dipergunakan secara komersial.

Di satu sisi, lanjut Anies, masih banyak anak-anak Jakarta yang tak mampu untuk ikut klub sepak bola yang berbayar mahal di lapangan berkualitas internasional.

Lalu, suatu ketika Anies datang ke sebuah lapangan di tengah perkampungan di Jakarta yang penuh dengan anak-anak yang sedang bermain sepak bola.

Menurut Anies, lapangan tersebut sangat tak bersahabat karena jenis tanah di Jakarta memang berlempung, sehingga tidak mudah menjaga lapangan tetap berumput, tidak licin dan tidak mudah gundul.

Dari situlah kemudian Anies ingin membangun lapangan sepak bola bestandar internasional. Anies mengatakan, telah meresmikan lapangan pertama yang berkelas dunia tersebut di Muara Angke, Jakarta Utara.

"Kemarin, bersama teman-teman Muara Angke Soccer School, Perkumpulan Sepakbola Amputasi dan Tim Sepakbola Putri DKI, kita resmikan lapangan pertama mulai dari Muara Angke," ucap Anies.

Anies menuturkan, masyarakat yang hidup di perkampungan Muara Angke masih amat sederhana. Walau begitu, ia tak ingin mereka tak memiliki mimpi besar ke depannya.

Karena itu, ia berupaya membangun mimpi anak-anak kampung Muara Angke untuk meraih mimpi mereka dengan diawali dari lapangan sepak bola.

Ia pun menegaskan siapa pun boleh merasakan fasilitas lapangan berstandar internasional itu.

"Biarlah mimpi mereka tumbuh. Insya Allah melalui kerja keras, bimbingan yang baik dan motivasi yang tinggi akan bertumbuhan pemain-pemain kelas dunia," kata Anies.(kompas/gelora/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Bola
 
  Menang 5-2 Lawan Thailand, Timnas Sepakbola Indonesia Raih Medali Emas SEA Games 2023: Penantian 32 Tahun
  Sukamta Minta Indonesia Konsisten pada Amanat UUD 1945
  Korban Tragedi Kanjuruhan Gugat Jokowi hingga Arema, Tuntut Ganti Rugi Rp62 Miliar
  Mochamad Iriawan Diminta Mundur dari Ketua Umum PSSI
  Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2