Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Hillary Clinton
Hillary Clinton Tiba di Bali
Thursday 21 Jul 2011 18:4
 

Istimewa
 
DENPASAR-Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton tiba di Bali. Kedatangannya dalam rangka menghadiri pertemuan para Menlu ASEAN ke-44 dan pertemuan ke-18 Forum Regional ASEAN (ARF) di Nusa Dua yang akan berlangsung pada Jumat (22/7) besok.

Menlu RI Marty Natalagawa memastikan tidak ada perlakuan khusus terkait kedatangan Hillary Clinton. Pengamannya sama seperti para delegasi yang hadir dalam pertemuan itu. “Pengamanan Hillary sama dengan tamu negara lain yang telah datang. Tak ada pengamana khusus,” jelasnya di Denpasar, Bali, Kamis (21/7).

Tak adanya pengamanan khusus terlihat di Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bali dan di base operasi Pangkalan Udara Bandara Ngurah Rai, tempat rencana pesawat yang ditumpangi Hillary mendarat. Pengamanan seperti hari-hari biasanya. Aparat keamanan internal bandara dan kepolisian memeriksa setiap kendaraan yang keluar-masuk bandara. Hal serupa juga terlihat di jalan-jalan menuju pertemuan di Nusa Dua, tidak terlihat pengamanan menyolok di pinggir jalan.

Dalam pertemuan ARF kali ini, masalah Laut Cina Selatan menjadi bahasan penting karena upaya penyelesaian selama ini tidak ada kemajuan berarti. Untuk itu, diharapkan dalam pertemuan kali ini akan membawa sejumlah hal positif untuk menuntaskan kasus Laut Cina Selatan yang dipersengketakan Brunei, Malaysia, Filipina, Vietnam, Cina dan Taiwan itu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Menlu Marty Natalegawa dalam pembukaan pertemuan ARF, Selasa (19/7) lalu, sudah mengungkapkan, keamanan menjadi isu krusial dalam pertemuan forum regional ASEAN itu. Dalam hal ini, ASEAN yang saat ini diketuai Indonesia, menilai, masalah Laut Cina Selatan harus segera diselesaikan.

Pasalnya, sejak 1992 saat solusi pertama untuk kasus itu ditawarkan kepada pihak-pihak bersengketan , tidak ada kemajuan berarti. Sudah berbagai forum dilakukan untuk menuntaskan masalah itu, tetapi hasilnya tidak signifikan. Tidak heran, banyak pihak berharap, pertemuan ARF yang juga dihadiri mitra ASEAN, seperti Amerika, Rusia, dan Cina, dapat memberi sumbangan positif terhadap penyelesaian konflik Laut China Selatan. (nbc/nas)



 
   Berita Terkait > Hillary Clinton
 
  Hillary Clinton: Muslim Bisa menjadi Presiden Amerika
  Hillary Clinton akan Umumkan Pencalonan Presiden
  Hillary Clinton Ngopi di Bekas Wilayah Indonesia
  Hillary Clinton Tiba di Tanah Air
  Hillary Clinton akan Kunjungi Indonesia
 
ads1

  Berita Utama
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

KAMI Serukan Masyarakat Indonesia Turunkan Bendera Setengah Tiang Pada 30 September

Kaburnya Napi WNA China dari Lapas Tangerang Banyak Kejanggalan, Perlu Diinvestigasi Mendalam

 

ads2

  Berita Terkini
 
Anis Byarwati: Gelontoran Dana Rp 20 Triliun Untuk Jiwasraya Mencederai Hati Rakyat

Akmal Taher Mundur dari Ketua Bidang Kesehatan Satgas Covid-19

Banggar DPR Bersama Pemerintah Setujui RUU APBN TA 2021

Prahara Putusan Niaga No 211 di PN Jakpus

63 Tahapan Rekonstruksi Digelar, Polda Metro: Ada Adegan Tawar Menawar Aborsi Rp 2-5 Juta

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2