Beranda Berita Utama White Crime Cyber Crime EkBis Reskrim Opini
Politik Eksekutif Legislatif Pemilu Gaya Hidup Selebriti Nusantara Internasional Lingkungan Editorial


  Berita Terkini >>
Anggota Komisi IX DPR RI Bersilaturahmi dengan Kader Partai Gerindra
ACEH, Berita HUKUM - Teungku Khaidir S.Ip dari Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata
ACEH, Berita HUKUM - 'Perbudakan' buruh kembali terjadi di kabupaten Aceh Timur, Aceh. Hal ini dilak

Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!
JAKARTA, Berita HUKUM - Belum usai polemik atas penjualan Gedung Kementerian Badan Usaha Milik Negar

Gandeng KPK, Kementerian Luar Negeri Buktikan Komitmen Antikorupsi
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekali merengkuh dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Kira-kira, begitulah pri

Tim Horas USU Minta Gubsu Segara Cairkan Janji Dana Hibah 500 Juta
MEDAN, Berita HUKUM - Prestasi Tim Horas USU patut diapreasiasi apalagi telah menyabet juara 1 dan j

Jokowi, Hebohisme, dan Ironi-ironi
Oleh: Edy Mulyadi

DUNIA sudah mengenal berbagai macam isme. Ada kapitalisme, sosialisme, liberali

Mekanisme Pengangkatan Wagub Menjadi Gubernur dalam Perpu Pilkada kembali Digugat
JAKARTA, Berita HUKUM - Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemi

Pemko Langsa 'Picik' Setiap Turun Hujan Air Membanjiri Rumah Warga
ACEH, Berita HUKUM - Puluhan rumah warga Dusun Kurnia Gampong Paya Bujok Selemak, kecamatan Langsa B

Film 'Cahaya dari Timur' Dapat Apresiasi dan Jadi Motivasi Kemenpora
JAKARTA, Berita HUKUM - Film 'Cahaya dari Timur: Beta Maluku' yang diangkat dari novel bermateri kis

Keputusan bahwa Hamas Bukan Kelompok Teroris
PALESTINA, Berita HUKUM - Pengadilan tertinggi Uni Eropa membatalkan keputusan Uni Eropa untuk mempe

UU Aparatur Sipil Negara Kembali Digugat ke MK
JAKARTA, Berita HUKUM - Seorang PNS Pertanahan di Kabupaten Kutai Timur Ricky Elviandi Afrizal menga

Dituduh Tolak Perangi Boko Haram, 54 Serdadu Dihukum Mati
NIGERIA, Berita HUKUM - Mahkamah Militer Nigeria menjatuhkan hukuman mati terhadap 54 serdadu karena

KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan hasil kajian sistem Jaminan So

Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin
JAKARTA, Berita HUKUM - Aturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai hari Rabu (17/12) menerapkan la

F-Golkar Minta DPR Kembalikan Surat Kubu Agung
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Fraksi Partai Golkar Ade Komarudin meminta pimpinan DPR mengembalikan

Mutasi Pejabat di Lingkungan Humas Polri, Boy Rafli Jabat Kapolda Banten
JAKARTA, Berita HUKUM - Sesuai dengan Surat Telegram Rahasia Nomor: ST/2500/XII/2014, Brigjen. Pol.

Resmi Jabat Wagub, Djarot Langsung Garap APBD
JAKARTA, Berita HUKUM - Usai dilantik menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, sejumlah tugas sudah menan

TNI Terus Mencari Korban Tanah Longsor Banjarnegara
BANJARNEGARA, Berita HUKUM - Enam hari pasca bencana tanah longsor di Banjarnegara, para prajurit TN

Serangan di Peshawar Berakhir, Sedikitnya 130 Tewas
PAKISTAN, Berita HUKUM - Aparat keamanan Pakistan sudah menguasai kembali sebuah sekolah di Peshawar

Pemerintah Optimistis Kurs Rupiah Awal Tahun Depan Akan Stabil
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla

   


 Berita Utama >
   
PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata
Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!
Mekanisme Pengangkatan Wagub Menjadi Gubernur dalam Perpu Pilkada kembali Digugat
Pemko Langsa 'Picik' Setiap Turun Hujan Air Membanjiri Rumah Warga
KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan
Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin

  Berita Terkini >>
   
Anggota Komisi IX DPR RI Bersilaturahmi dengan Kader Partai Gerindra
PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata
Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!
Gandeng KPK, Kementerian Luar Negeri Buktikan Komitmen Antikorupsi
Tim Horas USU Minta Gubsu Segara Cairkan Janji Dana Hibah 500 Juta

Untitled Document



SPONSOR & PARTNERS






















    Kriminal
Sopir Taxi Blue Bird Merampok, Kuat Dugaan Adanya Persaingan Bisnis | Monday 15 Dec 2014 01:22:56
 
Ilustrasi. Suasana keramaian di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta.(Foto: BH/coy)
JAKARTA, Berita HUKUM - Terjadinya persaingan usaha dalam tubuh perusahaan taksi yang tengah bertengger di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara PT Blue Bird dengan Group Express, dilatar belakangi dengan kasus perampokan terhadap penumpang di dalam taksi Express.

Kedua pelaku sudah ditangkap aparat Kepolisian Polda Metro, dan ditetapkan sebagai tersangka yaitu Sutrisno yang merupakan otak pelaku perampokan di taksi Express, adalah ternyata sopir Blue Bird. Operator taksi Blue Bird dan Taxi Express memang bersaing, namun kasus perampokan diduga kuat ada kaitannya dengan persaingan bisnis.

Pasalnya satu orang pelaku lagi berasal dari supir berlambang burung biru tersebut. Terkait hal ini, Kuasa hukum Taxi Express, Berman Limbong mengatakan dalam kasus perampokan yang terjadi di taksi Express tidak bisa menyatakan itu ada motif persaingan usaha. Namun jelas faktanya bahwa yang melakukan perampokan itu adalah supir taksi biru yang masih aktif di perusahaan Blue Bird, dimana dalam rilis Kepolisian jelas tertera, dan tersangka sekarang sudah di tahan di Polda Metro Jaya.

Sejauh ini pihak Kepolisian masih mendalami kasusnya. Lantas armada taksi tersebut milik siapa, apakah dari Blue Bird atau dari Express yang bulan lalu telah kehilangan satu unit taksinya. “Saya atas nama Express menyatakan mobil itu bukan milik Express, karena sampai saat ini barang buktinya belum diketahui ada dimana. Artinya kalau memang itu mobil Express, kita tentunya akan di undang untuk menyaksikan bersama-sama.

Apakah benar itu mobil Express yang hilang, sesuai dengan Laporan Polisi Nomor 205 di Polsek Setiabudi pada 24 November 2014. Mobil putih yang dipergunakan oleh tersangka untuk melakukan aksi kejahatan berupa perampokan penumpang dengan modus memodifikasi jok belakang,” papar Limbong di kantor Express, Sabtu (13/12).

Limbong menegaskan, kalau dasar mobil itu bukan milik Express, karena berbicara fakta yang ada, terkait adanya kehilangan 1 unit mobil Express yang sudah dilaporkan pada 21 November 2014. “Kami laporkan ke Polsek Setiabudi pada 24 November, dengan nomor polisi: B 1733 KTD, dengan nomor lambung: BD 6075. Itu dari segi bukti formalnya, artinya sepanjang pihak-pihak yang membangun rumor tidak bisa membuktikan bahwa mobil itu adalah yang kami laporkan, kan! sederhana pembuktiaannya,” tegas Berman Limbong.

Sementara taksi yang dipakai itu berplat nomor di depan: B 1147 TDL, dibelakang: B 3317 K. Jadi sangat jauh dari nomor polisi saja sudah beda, dan nomor lambungnya 8015. Jadi ada duplikasi daripada nomor lambung mobil Express yang aktif. Taksi yang dipakai untuk merampok oleh Sutrisno masih menjadi tanda tanya, karena kabarnya kendaraan itu telah diambil oleh security yang memakai seragam safari.

Ia menjelaskan, kalau dinyatakan mobil taksi itu di ambil oleh orang yang berbadan tegap, dan berpakaian safari sah-sah saja. Tapi kalau mengarah ke pihak security express, secara tegas menolak rumor tersebut, karena management Express mulai menyampaikan laporan Polisi.

“Kita komitmen penegakan hukum, artinya biarlah kepolisian yang mencari barang bukti dan kendaraan kita yang hilang. Saya tegaskan kalau pihak Express menemukan barang bukti dan ikut mencari mobilnya, kita akan serahkan ke kepolisian,” beber Limbong.

Selain itu menurutnya, kalau persaingan bisnis mungkin ada, tapi kalau melihat konspirasi dalam perkara ini cukup jelas. Kalau dari sudut Express, ini masalah persaingan pelayanan, dari sisi bisnisnya mungkin masih agak jauh efeknya. Tapi yang jelas diawali dari terganggunya sistem pelayanan yang diberikan oleh taksi Express. “Kenapa kami yang paling terganggu? Karena cukup banyak taksi putih di Jakarta, dan yang paling mendominasi adalah taksi Express. Jadi begitu masyarakat menyatakan taksi putih, seolah-olah identik dengan Express,” ujarnya.
.
“Saya sudah wawancara langsung dengan tersangka Sutrisno. Awalnya dia (Sutrisno.red) berniat mencuri, dan hendak menjual. Setelah berdiskusi dengan beberapa temen-temannya, menyatakan sulit menjual mobil seperti ini. Akhirnya mereka berniat untuk memodifikasi mobil itu, dan mempergunakan untuk melakukan tindak kejahatan perampokan penumpang. Sutrisno menyatakan bahwa di siang hari bekerja sebagai pengemudi di taksi biru, dan di malam hari dia melakukan aksi kejahatan dengan menggunakan taksi putih hasil curiannya,” jelas Limbong.

PERAMPOKAN YANG ANEH

Sementara itu Pengamat Sosial, Mintarsih A Latief angkat bicara, dilihat dari logikanya, bahwa siapa yang akan menghancurkan, apakah perusahaan taksi yang lebih besar dari pesaingnya, atau yang lebih kecil pesaingnya. Ia melihat ada penjahat yang berkepentingan, siapa yang menilai sebagai pelaku suatu kejahatan, jadi sudah jahat, berkepentingan lagi.

“Pada saat pencurian mobil saya, itu juga ketahuan Blue Bird kok. Persaingan tidak sehat dengan kejadian perampokan ini,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta (13/12). Ia tidak tahu sama sekali terkait kepemilikan taksi dari perusahaan mana. Apakah mobil putih biasa yang di modifikasi, karena tidak terlalu susah dalam sebuah perusahaan, atau memang taksi dari Express yang di curi. Karena kabar yang berkembang di publik bahwa itu mobil curian.

“Sekarang tanya Sutrisno, tahu engga mobilnya? Mungkin dia saja tidak tahu itu mobil curian atau bukan,” ungkap Mintarsih. Menurutnya, apakah betul yang menjadi alasan tersangka melakukan perampokan karena kebutuhan ekonomi. Jika betul, jual saja mobil yang sudah dicuri, kalau memang mobil itu hasil curian. “Dia (Sutrisno-red) jual mobil sekedar murah, yang senilai jumlah perampokan, sangat mudah, dan banyak sekali yang mau beli. Mungkin takut dijadikan barang bukti, dan sekarang siapa yang takut untuk itu jadi barang bukti, siapa kira-kira?,” cetus Pengamat Transportasi, Mintarsih ini di Thamrin, Jakarta.

Setelah Sutrisno selesai melakukan aksinya, mobil itu disimpan di kosannya. Kemudian besoknya mobil itu dibawa oleh orang yang diketahui sebagai security. Itu yang pasti kata Mintarsih, Sutrisno kalau mau bisa membuka, karena security itu bolak balik ke rumahnya beberapa hari sebelum perampokan. Anehnya, sudah berhasil merampok yang besar berupa mobil, kok malah merampok yang kecil kepada penumpang. “Kalau kita lihat kemungkinan besar security dari Blue Bird,” imbuhnya.

Blue Bird melakukan hal itu, alasan dasarnya karena sudah berapa kali juga melakukan pencurian. Ia tidak tahu Blue Bird atau bukan, tapi pengemudi dan eks perusahaan burung biru. Kemudian mencuri, menghilangkan mobil, terus dia (pengemudi-red) kembali ke Blue Bird. Berapa kali dia melakukan seperti itu, dan ada satu lagi pengemudi ketahuan, dia bekerja di Blue Bird. Anehnya tidak pernah berhasil dituntaskan oleh Polisi.

Lebih lanjut Mintarsih mengatakan, jadi wajar tidak, jika seorang yang sering kali sudah terbiasa melakukan perampokan, dicurigai sebagai orang yang merampok. Supir itu kenapa enggak merampok di Blue Bird, apa bedanya? Daripada merampok mobil, terus di modifikasi, baru merampok penumpang. Mendingan taksi Blue Bird langsung di modifikasi, logikanya. Jadi dari banyak segi, tetap membuat suatu kecurigaan yang terlalu besar kearah taksi yang biru. Permasalahan tersebut membuat saham express langsung anjlok. Sedangkan saham blue bird meningkat karena dianggapnya bukan Blue Bird.

Jadi taksi Express yang menjadi saingan terbesar keduanya anjlok. Nilai sahamnya jatuh, kemungkinan itu yang diharapkan. Kemudian yang sangat mencurigakan, itu kuat dugaan terorganisir oleh pimpinan Blue Bird begitu kuat, hanya untuk mencuri kecil.

“Kan engga seimbang dengan organisasinya yang besar,” tegas Mintarsih. Apa yang dikatakan Limbong, berbeda halnya yang diungkapkan Mintarsih, bahwa itu persaingan usaha, bukan perampokan kriminalitas umum. Minimal security yang dikenal, suruh dibuktikan dimana mereka. Bisa dibuktikan jika polisi mau membuktikan, seperti ditangkap siapa orang yang berseragam safari. Pada akhirnya akan membuktikan, ini kuat dugaan persaingan usaha Blue Bird. Selama ini dianggap Blue Bird berkuasa terhadap polisi, dan kebal hukum di kepolisian. Sutrisno dan pengemudi taksi tidak menjatuhkan Blue Bird, tapi berniat menjatuhkan Express, yang terbongkar ternyata pengemudi Blue Bird, urainya.

Menurut Secretary Corporate Group Express, yang dilihat sekarang statusnya perusahaan ini korban. Dikarenakan, pertama, barang buktinya belum ditemukan, jadi masih belum tahu. Apakah unitnya benar-benar taksi Express atau bukan. Kedua, sebenarnya upaya pengamanan yang dilakukan, itu sudah melebihi apa yang menjadi standar organda, karena pemasangan sekat bagasi itu dilakukan berdasarkan inisiatif perusahaan sendiri untuk mencegah tindak kriminalitas yang bisa terjadi.

“Jangan dijadikan kita sebagai seolah-olah pelaku dibalik semuanya. Padahal kita ini korban, dan biarkan masyarakat yang bisa melihat sendiri permasalahan ini. Kita bisa lakukan cuma itu,” ujarnya.

Sementara itu pihak Blue Bird membantah semua apa yang telah dituduhkannya. Melalui telepon Head of Public Relations Blue Bird, Teguh Wijajanto mengatakan, ini masih proses penyelidikan, kalau untuk taksinya silahkan tanya ke Polisi. “Tapi yang jelas dari kami adalah bahwa barang bukti yang dipakai untuk kejahatan bukan dari armada blue bird. Mungkin bisa baca statement sebelumnya di media portal online,“ cetus Teguh.

Menurutnya, jika diteliti dari awal, pertama dibilang tidak ada di data GPS. Kemudian dianulir lagi bahwa itu taksi yang menirukan, atau peniruan armadanya. Setelah itu dianulir lagi bahwasannya adalah taksi yang hilang.

“Jadi serahkan saja ke kepolisian semuanya, karena masalah itu kriminal, ya kita dukung sepenuhnya untuk pengusutan masalah ini sampai tuntas,” ungkapnya.

Berhubung supir Blue Bird yang merampok, kata Teguh, apabila terlibat tindak kriminal, secara otomatis sudah dipecat. Walaupun itu dilakukan diluar Blue Bird, dan ini berlaku umum. “Kita tidak bisa mengintrogasi Sutrisno. Kita serahkan sepenuhnya ke polisi. Artinya itu polisi yang sedang memproses, mungkin lebih baik anda tanyakan ke polisi. Kalau anda mendapat kesempatan, tanya langsung ke pelakunya, biar pelaku yang menjelaskan,” kata Teguh.(bhc/coy)


Bookmark and Share
 

Sopir Taxi Blue Bird Merampok, Kuat Dugaan Adanya Persaingan Bisnis | Monday 15 Dec 2014 01:22:56

JAKARTA, Berita HUKUM - Terjadinya persaingan usaha dalam tubuh perusahaan taksi yang tengah bertengger di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara PT Blue Bird dengan Group Express, dilatar belakangi dengan kasus perampokan terhadap penumpang di dalam taksi Express.

Kedua pelaku sudah ditangkap aparat Kepolisian Polda Metro, dan ditetapkan sebagai te
...

Penanganan Kasus Penistaan Agama Islam The Jakarta Post, KMJ Apresiasi Penyidik Metro Jaya | Thursday 11 Dec 2014 23:28:34

JAKARTA, Berita HUKUM - Korps Muballigh Jakarta (KMJ) mengapresiasi Penyidik Polda Metro Jaya yang hari ini (Kamis, 11/12) menetapkan pemimpin redaksi harian The Jakarta Post (JP) Meidyatama Suryodiningrat sebagai tersangka kasus penistaan agama. Langkah ini dinilai bentuk dari profesionalitas penyidik untuk memproses laporan atas penistaan agama y ...

Darurat Miras Oplosan, Kapolri Perintahkan Pengawasan Miras Oplosan | Saturday 06 Dec 2014 05:38:35

JAKARTA, Berita HUKUM- Kematian sia-sia puluhan orang di sejumlah tempat di Jawa Barat dan DKI Jakarta karena menenggak minuman keras (miras) oplosan membuat Kapolri Jenderal Sutarman angkat suara.

"Kapolri memerintahkan seluruh jajaran untuk mengawasi peredaran miras oplosan. Oplosan semacam itu tidak boleh dijual dan kita berkoordinasi dengan
...

Mahkamah Syariah Langsa Kembali Eksekusi Pelanggar Qanun Syariat Islam | Friday 05 Dec 2014 22:18:26

ACEH, Berita HUKUM - Mahkamah Syari'ah Kota Langsa, Aceh Jum'at (5/12) usai sholat 'ashar kembali mengeksekusi 8 orang pelanggar Qanun Jinayat (Syariat Islam) di bumi Serambi Mekkah ini, eksekusi cambuk tersebut berlangsung di tribun lapangan merdeka Kota Langsa.

Pelaku yang terdiri dari 7 pria dan satu wanitu itu terbukti melanggar Aanun No 13
...

Beko Dibakar OTK di Nibong Aceh Utara | Tuesday 02 Dec 2014 15:16:52

ACEH, Berita HUKUM – Aksi criminal kembali terjadi di Aceh Utara. Kali ini, satu unit alat berat jenis beko milik Mukhtar (39), warga Gampong Nibong Wakeuh, Kecamatan Nibong, Kabupaten Aceh Utara hangus dibakar oleh orang tidak dikenal, Selasa (2/12) sekira pukul 03:15 WIB.

Alat berat tersebut diparkir di pinggir sungai Krueng Pase, Gampong Alue
...

Tips Cara Memblokir Nomer Hp Penipuan | Tuesday 02 Dec 2014 13:08:27

JAKARTA, Berita HUKUM - Sering mendapat SMS Penipuan yg menyatakan Anda Menjadi Pemenang kuis, SMS yg pura-pura Nyasar tentang transfer uang, mama genit minta pulsa, agen pulsa super murah dst. Jangan dibiarkan, saat ini ada cara utk menanggulanginya :

1. TELKOMSEL Format SMS : penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan dan kirim ke 1166
Contoh : Pen
...

8 Pelaku Pengeroyokan Seorang Pelajar di Jaksel Ditangkap Polisi | Saturday 29 Nov 2014 23:50:43

JAKARTA, Berita HUKUM - 8 pelaku yang mengeroyok seorang pelajar di Jl Komplek Akrido Deplu Raya RT 04/03 Bintaro, Jakarta Selatan berhasil ditangkap oleh Jajaran Polsek Pesanggrahan. Korban pengeroyokan sendiri yang menderita luka di bagian punggung, dan luka robek di bagian leher saat ini masih kritis di RS Pondok Indah.

Korban bernama Dede J
...

Kasus Peluru Nyasar Anggota TNI Kukar Sudah Diterbangkan ke Surabaya | Wednesday 26 Nov 2014 15:07:58

SAMARINDA, Berita HUKUM - Hendro (20) kasus peluru nyasar anggota TNI di lahan salah satu perusahan kelapa sawit yang diketahui bernama PT. Rea Kaltim Plantetion, di Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Sabtu (22/11) lalu dan dilarikan ke ruang ICU RS AW Sjahrani Samarinda, Minggu (23/11) untuk menda ...

Korban Pemerasan dan Pengancaman Briptu Romi Lapor ke Propam Polda Aceh | Saturday 22 Nov 2014 21:23:51

ACEH, Berita HUKUM - Korban pemerasan dan pengancaman yang dilakukan oleh Briptu Romi oknum Polisi Dir Narkoba Polda Aceh membuat laporan Polisi ke Reskrim dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Aceh.

Harlina yang diberita sebelumnya berinisial (I) datang didampingi oleh Kuasa Hukumnya Denny Piliang, SH sekitar pukul 11:00 Wib pada, Sa
...

Karena Hamil Yusra Selamat dari Sabetan Cemeti Rotan Algojo | Saturday 22 Nov 2014 12:49:12

ACEH, Berita Hukum - Pengadilan Negeri Syari'ah Kota Langsa pada, Jum'at (21/11) kembali mengeksekusi cambuk 8 dari 9 pelanggar Qanut Jinayat di daerah tersebut. Ke delapan terpidana tersebut masing masing T. Priyono Yarmin dan Dhea Rahmadani terbukti bersalah melanggar pasal 23 ayat (1) Jo pasal 4 Qanun No 14 tahun 2003 tentang Khalwat (Zina) atas ...





Untitled Document
BeritaHUKUM.Com
  Kategori >>>
Cyber Crime
Editorial
EkBis
Eksekutif
Gaya Hidup
Internasional
Kriminal
Legislatif
Lingkungan
Nusantara
Opini Hukum
Pemilu
Peradilan
Perdata
Pidana
Pledoi
Politik
Selebriti
White Crime
BeritaHUKUM.Com
Berita Utama


PT Bumi Flora 'Perbudak' Pekerja Tanpa Bayar Upah, Disnaker Terkesan Tutup Mata

Fahri Hamzah: Menteri Jangan Ikut Campur Urusan Baju!

Mekanisme Pengangkatan Wagub Menjadi Gubernur dalam Perpu Pilkada kembali Digugat

Pemko Langsa 'Picik' Setiap Turun Hujan Air Membanjiri Rumah Warga

KPK Temukan Kelemahan Sistem pada BPJS Ketenagakerjaan

Transportasi Publik Belum Memadai, Terburu-buru Larang Motor Melintas Jl Thamrin

F-Golkar Minta DPR Kembalikan Surat Kubu Agung

Pemerintah Optimistis Kurs Rupiah Awal Tahun Depan Akan Stabil

Lenny Kravitz akan Konser pada Maret 2015 di Indonesia

64 Tewas, Hujan Deras Hambat Pencarian Korban Longsor

Bahlil Deklarasi Caketum BPP HIPMI: Dari Daerah untuk Indonesia, Buka Jalan untuk Semua

Pak Presiden, Sakitnya Tuh di Sini…
   
Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partner | Karir | Info iklan | Disclaimer | Mobile
|
Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com


Silahkan Kirim Berita & Informasi Anda ke: info@beritahukum.com