Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Selebriti    
Ahmad Dhani
Ahmad Dhani: Surat Kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu, Melaporkan 'Situasi Politik'
2019-02-27 07:37:12
 

 
SURABAYA, Berita HUKUM - Persidangan kasus yng dituding kepasa Ahmad Dhani berlangsung dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi berlangsung siang kemarin, Selasa (26/2) pukul 13.00 Wib di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Dalam kesempatan itu, Dhani membagikan tulisannya yang dibuat didalam Rutan Medaeng yang dia sebut sebagai "Sel Penjara Politik".

Tulisan yang diberi judul "Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu" (Menteri Pertahanan) itu berisi keprihatinan atas situasi politik yang terjadi saat ini.

Adapun isi lengkap surat yang ditulis pentolan Grup Band Dewa 19 itu adalah sebagai berikut:

Surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu

Siap Jenderal, Lapor...

Saya di vonis hakim PN sebagai PENGUJAR KEBENCIAN BERDASARKAN SARA. SAYA DIVONIS "ANTI CINA", SAYA DIVONIS "ANTI KRISTEN".

Kakanda Jendral pasti tidak percaya, bahwa saya anti Cina dan anti Kristen, apalagi saudara saya yang Nasrani dan patner bisnis saya yang kebanyakan Tionghoa, tapi kenyataannya saya divonis begitu..

Kakanda... Kakanda Jenderal adalah saksi hidup bagaimana "Darah NKRI" saya bergelora. Saat kakanda adalah Kepala Staf AD pada tahun 2003, Kakanda perintahkan Band Dewa 19 untuk memberi semangat warga Aceh untuk tetap setiap kepada NKRI.

Diatas tank, kami konvoi keliling kota Aceh. Bisa saja GAM menembaki saat itu. Tapi kami tetap teriakkan "NKRI Harga Mati". Kalau sekedar ngomong Saya Indonesia Saya Pancasila, itu tidak sulit Jendral. Tapi kami nyanyikan INDONESIA PUSAKA didaerah Operasi Militer Aceh. Saat itu banyak kaum "Separatis" yang siap mendekat dan menembaki kami kapan saja, tapi sekarang situasinya "aneh" jenderal.

Setelah saya mengajukan upaya "Banding", saya malah "ditahan" 30 hari oleh pengadilan tinggi, dihari yang sama keluar Penetapan Baru dari pengadilan tinggi yang akhirnya saya ditahan, karena harus menjalankan sidang atas perkara yang "Seharusnya Tidak di Tahan" (karena ancaman hukumannya dibawah 4 tahun )

Jangan salah paham jenderal, saya tidak sedang bercerita soal keadaan saya, tapi saya sedang melaporkan "Situasi Politik" negara kita.

Apakah saya "Korban Perang Total" seperti yang dikabarkan Jendral Moeldoko ? Mudah mudahan bukan. (tapi dipenjara, saya merasakan "Tekanan" yang luar biasa.

Demikianlah kakanda Jenderal, saya melaporkan dari SEL PENJARA POLITIK.

Ahmad Dhani,

Kangen Sop Buntut buatan nyonya Ryamizard Ryacudu.

Rutan Medaeng, 26 Februari 2019.(swamedium/bh/sya)



 

 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads

  Berita Utama
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah

Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!

Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK

Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban

 

  Berita Terkini
 
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah

Rapat Paripurna DPR Tetapkan Capim KPK

Legislator: Jangan Jadikan Pemblokiran Internet sebagai Hobi Pemerintah

Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!

Beri Efek Jera Pelaku Pembakaran Hutan, Badiklat Kejaksaan: Diperlukan Tindakan Tegas

 
PT. Sisnet Mediatama
Kantor Redaksi & Marketing
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
|
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2