JAKARTA, Berita HUKUM - Berawal dari penampilan 30 anak Paduan Suara Gita Swara Nassa dari SD Nasional 1 dalam peluncuran film animasi Sahabat Pemberani di Taman Ismail Marzuki pada awal Oktober 2013 lalu, KPK terinspirasi untuk membuat senam pencegah korupsi. Saat itu, Mereka menyanyikan theme song Anak Berani dengan koreografi yang menarik.
“Inilah cikal bakal lahirnya gerakan senam Sahabat Pemberani,” kata Sandri Justiana, Fungsional Dikyanmas KPK.
Kata Sandri, lagunya sendiri diciptakan oleh Iman Soleh dari komunitas Celah-celah Langit Bandung yang dinyanyikan oleh Audrey. Lagu dibuat dengan irama riang namun tetap sederhana, agar anak-anak mudah menghafal dan memaknai pesan yang dikandungnya.
Dari sini, Sandri mengakui muncul ide untuk lebih memasyarakatkan secara luas gerakan ini dalam berbagai momen yang digelar KPK di seluruh Indonesia. Setiap kegiatan yang melibatkan anak-anak, Sandri meminta mereka untuk menirukan gerakan-gerakan sederhana itu.
“Tujuan awalnya, agar anak tidak bosan dan tetap bersemangat selama acara berlangsung,” katanya, seperti yang dilansir situs KPK.go.id pada, Rabu (30/4).
Saat Dikyanmas KPK menggelar kegiatan di kantor Gubernur Sulawesi Utara pada Maret lalu, gerakan senam sudah dikembangkan. LSM Pegiat Anti Korupsi (PAK) Manado yang menyempurnakan gerakan itu.
“Kontribusi ini kita apresiasi dengan baik. Bahwa banyak pihak yang mendukung kampanye pencegahan KPK melalui senam,” kata Sandri.
Di sana, KPK menghimpun 1.600 siswa dari 45 sekolah dasar. Antusiasme jelas terasa ketika gerakan senam ini diperagakan di hadapan Wakil Gubernur Sulut Jauhari Kamsil. Jauhari bahkan mengapresiasi senam itu.
“Dalam senam ini terdapat pesan yang tinggi buat kita. Agar berani jujur salah satunya,” ungkapnya.
Saking bersemangatnya, bahkan Jauhari juga berniat mengganti Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) yang biasa dilakukan siswa pada hari Jumat, diganti dengan senam Sahabat Pemberani ini. Instruksi ini akan disampaikan secara langsung oleh Dinas Pendidikan dan Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Utara.
“Selain itu, saya meminta agar senam ini diperlombakan pada acara Hari Pendidikan Nasional Mei mendatang dengan memperebutkan trofi dari Gubernur atau Wakil Gubernur,” tegasnya.
Agar dapat menjangkau seluruh sekolah dasar di Sulut, Jauhari meminta kedua dinas tersebut membuat pelatihan bagi para instruktur senam bagi guru-guru olahraga di Sulut. Ini dilakukan, kata dia, senafas dengan motto Sulut, yakni “Membangun Tanpa Korupsi”. Karena itu, upaya pencegahan melalui pendidikan dan sosialisasi diharapkan akan membentuk anak-anak yang berintergitas.
“Karena anak-anak akan menjadi pemimpin di masa depan.”(kpk/bhc/sya) |