Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yordania
Yordania Komitmen untuk Bebaskan Pilotnya dari Tangan ISIS
Monday 02 Feb 2015 06:59:01
 

Sanak keluarga pilot Muath al-Kasasbeh yang ditahan oleh ISIS melakukan protes di depan istana raja di Amman, Yordania, untuk menuntut pembebasannya.(Foto: twitter)
 
YORDANIA, Berita HUKUM - Yordania berkomitmen akan melakukan apa pun yang dapat dilakukannya untuk membebaskan seorang pilotnya yang ditangkap kelompok militan Negara Islam (ISIS), setelah keluarnya video yang menunjukkan pemenggalan kepala seorang sandera Jepang.

Yordania juga mendukung kecaman Jepang tentang pembunuhan sandera asal Jepang, Kenji Goto.
Sang pilot, Lt Moaz al-Kasasbeh, ditangkap ketika pesawatnya jatuh pada bulan Desember dalam sebuah misinya mendukung pasukan koalisi anti-ISIS yang dipimpin Amerika Serikat.

Yordania mengatakan bersedia menukar pilot itu dengan seorang tahanan asal Irak.

Juru bicara pemerintah Mohammed al-Momeni mengatakan kepada kantor berita resmi Petra bahwa pemerintah Yordania tengah melakukan "semua hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan nyawa dan membebaskan pilotnya".

Juru bicara itu menambahkan bahwa "Semua organisasi pemerintah telah dikerahkan untuk mendapatkan bukti bahwa pilot itu masih hidup yang diperlukan Yordania agar dapat membebaskan dan memulangkannya."

Tidak banyak berita yang terdengar tentang Kasasbeh sejak ia jatuh ke tangan ISIS. Keluarganya masih terus berharap dan berdoa untuk keselamatannya dan mereka ingin agar pemerintah lebih berusaha dan memberi tahu semua informasi yang mereka miliki.

Mereka berharap bahwa pembunuhan Kenji Goto tidak berarti akan ada dampak langsung pada keselamatan pilot muda itu.

Pembunuhan Goto (47) mengejutkan Jepang yang sampai saat ini belum secara langsung terlibat dalam pertempuran melawan ekstrimis.

"Saya merasa marah atas tindakan ini tidak bermoral dan terorisme keji," kata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Dalam panggilan telepon dengan Abe, Raja Yordania Abdullah II mengutuk pembunuhan sebagai "tindak pidana."

Jepang menanggapi ancaman baru dari militan dengan melakukan keamanan yang ketat di bandara dan di fasilitas Jepang di luar negeri, termasuk kedutaan dan sekolah. Jepang mengatakan tidak bergerak dari dukungan non-militer untuk memerangi terorisme.(BBC/AP/bhc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2