TANGERANG, Berita HUKUM – Meningkatnya kejahatan pencurian bagasi penumpang diakui oleh Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta, dimana sepanjang 2012 lalu, jumlah pencurian meningkat hingga 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Pencurian dengan menjebol tas penumpang mendominasi tindak kejahatan di bandara sepanjang tahun lalu," kata Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Komisaris Besar C.H. Patoppoi, Selasa, (8/1). Dijelaskannya bahwa pencurian paling sering terjadi di lounge atau ruang tunggu penumpang dan ruang bagasi pesawat. Kedua titik itu sering lolos dari pengawasan kamera CCTV.
"Saat ini kami sedang menyelidiki salah satu pencurian tas penumpang yang melibatkan empat oknum portir," ujar Patoppoi. Dari sejumlah kasus pencurian yang sudah terbongkar, dia mengakui, pelakunya hampir selalu adalah karyawan kontrak maskapai penerbangan atau oknum portir.
Patoppoi mengungkapkan, pencurian kerap dilakukan dengan modus membuka atau ritsleting tas atau koper menggunakan kunci atau pulpen. Komplotan pencuri ini, kata Patoppoi, punya teknik khusus untuk membuat tas, yang sudah dibuka dan dijarah, tampak tertutup rapi seperti tak pernah dibuka. Barang yang paling sering diambil adalah perhiasan dan barang elektronik, seperti kamera dan laptop.
Guna meminimalisasi pencurian tas penumpang, Patoppoi mengimbau agar tas atau koper penumpang dibungkus dengan plastik. "Itu akan menyulitkan pencuri membuka tas," pungkasnya.
Sementara itu Manajer Umum Kantor Cabang PT Angkasa Pura II Yudis Tiawan mengaku akan menambah kamera CCTV di bandara. "Jumlah CCTV di titik-titik rawan kejahatan akan ditambah," kata Yudis.(tmp/bhc/mdb)
|