JAKARTA, Berita HUKUM - Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) yang berdiri tahun 1999 atas inisiatif H. Muhammad Taufik hadir kembali demi Visi membangun Jakarta yang beradab dan sejahtera. Adapun visi tersebut didasari atas kegelisahan yang mendalam terhadap realitas masyarakat Jakarta yang hingga saat ini terus dilanda rasa cemas akan mengurai dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang terjadi ditengah-tengah realitas masyarakat Jakarta.
Adapun salah satu komitmen PPJ terhadap masyarakat Jakarta adalah PPJ akan melaksanakan kegiatan forum rakyat Jakarta bicara, yang dilaksanakan setiap bulan dengan konsep memberikan kesempatan yang seluas-luasanya kepada masyarakat Jakarta tanpa pandang bulu atau latar belakangnya untuk menyampaikan aspirasi kepada Pemerintah daerah. Harapan dari forum tersebut dapat menggiring masyarakat Jakarta berpartisipasi secara aktif membangun dan menciptakan Jakarta yang lebih baik kedepan.
Program lainnya adalah diskusi dwi mingguan yang melibatkan stakeholder Pemerintah Daerah, pengambil kebijakan (DPRD), pengamat yang konsen dalam bidangnya, tokoh masyarakat dan kalangan media.
Menurut Direktur Eksekutif PPJ, Muhlis Ali untuk mengawali pelaksanaan kegiatan tersebut PPJ melaksankan kegiatan Diskusi dan Launching Program Kerja PPJ dan Kartu Pintar Jakarta, yang digelar di Galery Café, Cikini, Kamis (15/11).
Lebih lanjut Muhlis Ali juga mengatakan diskusi dengan tema ‘Wajah baru pendidikan di Jakarta, Kartu Pintar Sebuah Solusi, dengan nara sumber Dr. H. Taufiq Yudi Mulianto, M.Pd (Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta) Dr. Komaruddin, M.Si (Dekan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta), Firmansyah (Ketua Komisi E, DPRD).
“Karena kesibukannya Gubernur DKI Jakarta, Joko WIdodo, batal hadir dalam acara Launching dan Diskusi tersebut,“ jelas Muhlis Ali.
PPJ hadir ditengah-tengah masyarakat Jakarta untuk memberikan solusi yang solutif bukan menambah persoalan dari kompleksitas masalah Jakarta. (bhc/rat)
|