Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Wabah
Wabah Bakteri Kebal Antibiotik Bisa Tewaskan Puluhan Ribu Orang
Monday 06 Apr 2015 10:53:32
 

Ilustrasi. Obat Antibiotik.(Foto: Istimewa)
 
INGGRIS, Berita HUKUM - Sekitar 80.000 orang amat mungkin meninggal dunia jika terdapat wabah infeksi darah yang disebabkan bakteri kebal antibiotik, sebut laporan pemerintah Inggris. Berdasarkan dokumen yang diterbitkan Badan Risiko Darurat Sipil, wabah tersebut diperkirakan akan menjangkiti 200.000 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak dua di antara lima orang bakal meninggal dunia.

‘Jika wabah menyebar luas, kami memprediksi sekitar 200.000 orang akan terdampak infeksi darah yang disebabkan bakteri. Penyakit itu tidak bisa ditangani secara efektif oleh obat-obatan yang ada dan sekitar 80.000 orang akan meninggal’, sebut laporan itu.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa jumlah kasus infeksi yang mengalami komplikasi akibat kekebalan antibiotik diperkirakan bertambah secara signifikan dalam 20 tahun mendatang.

‘Tanpa antibiotik yang efektif, operasi kecil dan operasi rutin dapat menjadi prosedur yang sangat berisiko. Tindakan itu bisa berimbas pada peningkatan durasi sakit dan berujung pada kematian dini’, sebut laporan itu, seraya merujuk ke transplantasi organ, operasi wasir, dan pengobatan kanker.

Perdana Menteri Inggris David Cameron sebelumnya memperingatkan bahwa dunia bisa kembali ke obat-obatan jaman pertengahan apabila tiada aksi yang dilakoni untuk menangani kekebalan antibiotik.

Pejabat kesehatan Inggris, Sally Davies, mengatakan masalah kekebalan antibiotik ialah bom waktu yang sedang berdetik.
Penggunaan antibiotik di Inggris saat ini sedang disoroti dan Institut Kesehatan Nasional baru-baru ini menyeru kepada seluruh dokter di Britania Raya untuk mempertanyakan kolega mereka yang biasa memberi resep antibiotik secara berlebihan.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Wabah
 
  Wabah Bakteri Kebal Antibiotik Bisa Tewaskan Puluhan Ribu Orang
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2