Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Rachmawati Sukarnoputri
Ungkapan Rachmawati Pada Acara Haul 45 Tahun Bung Karno
Monday 22 Jun 2015 04:45:46
 

Tampak Rachmawati Soekarnoputri (tengah) saat acara Haul 45 Tahun Bung Karno dan Buka Puasa Bersama di kediamannya.(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Rachmawati Soekarnoputri, putri Presiden pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno, kerap bertolakbelakang dengan kakak kandungnya yang juga Presiden RI ke 5, Megawati Soekarnoputri. Pada hari Sabtu (20/6) di kediamannya Jl. Jatipadang Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan mengadakan Haul, memperingati 45 tahun (1970-2015) Bung Karno, yang sekaligus acara Buka Puasa bersama di bulan suci Ramadhan tahun 2015.

Tampak hadir pada acara perwakilan para aktivis tua-muda, Politikus senior; Sri Bintang Pamungkas, Bambang Widodo Umar, Otto Hasibuan, Salamudin Daeng, Poppy Dharsono, juga perwakilan padepokan Padepokan Sunan Kalijaga, serta hadir pula Lily Wahid, saudari perempuan dari mantan Presiden Gus Dur.

Rahmawati mungkin paling keras dan lantang mengatakan pada waktu menjelang Pilpres 2014 terdahulu, Jokowi dengan pasangan JK, kini, ketika partai pimpinan Megawati PDIP, berhasil memenangkan dan sudah berjalannya pemerintahan Jokowi JK selama sekitar 6 bulan ini, dirinya masih tegas menyatakan pesimis terhadap pemerintahan Jokowi-JK ke depan. Beliaupun menuturkan Megawati sedikitnya punya 5 Dosa besar;

"Pertama, Mengamandemen Pancasila yang sangat netral dan menjadi berkarakter kapatalisitik liberal. Kedua, sewaktu Ketua MPR dijabat Taufiq Kiemas, diproklamirkan 4 pilar. Padahal, kata dia, "tak ada istilah Pancasila salah satu pilar negara, tetapi sebagai Pancasila adalah dasar negara," jelas Rahmawati Soekarnoputri, di kediamannya saat diwawancara oleh para awak media di Jakarta Selatan, Sabtu (20/6).

"Dosa ketiga adalah waktu pemerintahan Megawati, skandal mega korupsi BLBI di indikasikasikan negara rugi hingga Rp 600 triliunan. Hingga kini tak tersentuh oleh hukum (penegak hukum KPK. Padahal Samad (Ketua) KPK dia sampaikan setelah Pilpres BLBI akan diusut," tegas Rachma, yang khawatir kalau ini sengaja ditutup-tutupi (wassalam). "KPK dikriminalisasi habis-habisan dan KPK diacak-acak. Semenjak BG menang dari praperadilan, semua koruptor melakukan praperadilan, akibatnya terjadi refacum," ungkap Rachmawati sebagai politisi senior, yang juga sebagai Pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, dan merupakan salah satu ketua pembina Universitas Bung Karno.

Selanjutnya, "perihal Megawati adalah, ketika dia menggunakan simbol-simbol Soekarno. Tetapi apa yang dilakukan Megawati dengan Tap MPRS No 33 Tahun 1967. Tak pernah dicabut, Soekarno dicabut hak politiknya, karena alirannya dianggap komunisme," pungkas Rachma, yang merasa kecewa Megawati sebagai putrinya diam saja ketika itu.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > Rachmawati Sukarnoputri
 
  Rahmawati Soekarnoputri Pertanyakan Kemerdekaan Indonesia
  Dana Rp 300 Juta dari Rachmawati Bukan untuk Jatuhkan Pemerintahan yang Sah
  Rachmawati Sukarnoputri, Konsolidasi Tokoh Nasional: 'Kembali ke Kiblat Bangsa'
  Rachmawati: Pemerintahan Saat Ini Sudah Liberal Kapitalistik
  Rachmawati Soekarnoputri: Jadi Kemandirian dalam Bidang Ekonomi Itu 'Nonsense'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2