Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Kasus Korupsi
Ungkap Kasus Korupsi, Ketua GNPK Dihajar Preman
Sunday 14 Apr 2013 21:51:55
 

Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Timur Slamet Riyadi, Slamet Riyadi.(Foto: Aktual.co)
 
MALANG, Berita HUKUM - Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Jawa Timur Slamet Riyadi mengalami nasib naas setelah pada hari Jum'at (12/4) lalu sekitar pukul 19:00 WIB dia dianiaya oleh sekitar 6 orang tidak dikenal setelah pulang dari karaoke zam-zam.

"Saya tiba-tiba dipukul dari depan oleh orang lain sampai saya tersungkur," kata Slamet Riyadi Minggu (14/4) usai lapor ke Polsek Batu.

Kejadian yang diketahui oleh banyak orang ini sangat disayangkan oleh Mariyadi karena tidak ada satupun dari pengunjung yang berusaha melerainya.

"Ini sangat saya sayangkan, karena pihak zam-zam tidak membantu bahkan boleh saya bilang zam-zam ini tidak aman," katanya.

Ketika ditanya mengenai motif pelaku melakukan penyerangan kepada dirinya, seperti dikutip dari aktual.co, Mariyadi menegaskan bahwa para pengeroyok tersebut kemungkinan besar merupakan orang suruhan. Hal ini dikarenakan, saat ini GNPK sedang getol mengungkap kasus korupsi yang ada di Kota Batu.

"Saya tidak menuduh kalau ada korupsi, tetapi saya sedang berusaha untuk mengungkap kasus korupsi itu," tegasnya.

Mariyadi menandaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam atas kejadian ini, dan sudah melakukan pelaporan penganiayaan ke Polsek Batu serta sudah melakukan upaya visum et repertum atas penganiayaan ini. "Saya yakin kasus penganiayaan ini segera terungkap pelakunya," kata Mariyadi.

Mariyadi sendiri saat ini mengalami luka dibagian wajah dan beberapa badannya yang lebam-lebam akibat sebuah pukulan. Bahkan di bagian kepala juga terdapat luka akibat pukulan benda atau botol minuman.

Sementara itu, Kapolsek Batu, AKP Slamet Riyadi ketika dikonfirmasi membenarkan ada laporan itu. Namun, belum bisa memaparkan lebih jauh soal masalah ini.

"Kita sudah menerima laporan itu dan kini sedang dilakukan pendalaman" jelasnya.‬(atc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Kasus Korupsi
 
  Herwanto: Banyak Pejabat Hanya Pentingkan Perut Mereka Sendiri
  Korupsi Dana Gempa: Enam Fasos Divonis 2 Tahun Penjara
  Kongkalingkong Sindikat Kingkong Gerogoti Telkom
  Mengerikan, Korupsi Kehutanan Capai Rp 273 Triliun
  Bongkar Praktek Korupsi Sumber Daya Alam!
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2