Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
LDNU
Ulama Jawa Barat Tuntut Sutan Bhatoegana Minta Maaf
Tuesday 27 Nov 2012 00:23:47
 

KH Maman Imanulhaq.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pernyataan salah seorang petinggi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana bahwa, pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilengserkan karena terlibat skandal korupsi menuai reaksi keras para tokoh Ulama NU.

Tuduhan tidak berdasar Sutan dilemparkan saat Dialog Kenegaraan DPD RI bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” digelar di lobi Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Senayan, Jakarta (21/11) lalu.

Ketua LDNU Jabar, KH Maman Imanulhaq menerima keberataan sekitar 50 ulama Jawa Barat atas tuduhan. Mereka meminta Sutan untuk minta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya itu.

Usai memberikan Tausiah di Pesantren Al-Jarnuziyah Tasikmalaya (24/11), Kyai Maman yang didampingi Ajengan Didi (Tasik), Kyai Zaenal (Majalengka), Ustad Watih Maulana (Subang), Ustad Husni Mubarok (Cianjur) dari para ulama se Jabar mengatakan para ulama protes pernyataan Sutan Bathoegana.

"Tuduhan Bhatoegana itu sangat menyakiti warga NU. Gus Dur memang kalah secara politik, tapi tidak pernah terbukti bersalah secara hukum. Gus Dur tak terlibat kasus Buloggate maupun Bruneigate," kata Kyai Maman dalam rillisnya, Minggu (25/11).

Para Ulama meminta Sutan Bathoegana mengunci mulutnya dan menghentikan pernyataan-pernyatan kontraproduktif. Bukan hanya ke Sutan, kata Kyai Maman, saatnya para tokoh menjaga negara dan bangsa dengan memberi keteladanan.

Bukan justru memperlihatkan sikap saling mendegradasi atau menghujat bahkan menjatuhkan seperti yang dilakukan Sutan kepada tokoh pluralisme dan demokrasi KH Abdurrahman Wahid.

Diakhir pembicaraan, berharap para tokoh segera sadar serta tidak menggunakan energi berpolemik untuk hal-hal yang tidak Jelas. Saatnya fokus menangani persoalan yang lebih krusial. Misalnya maraknya konflik horisontal, penanggulangan teroris hingga membenahi birokrasi.

Para Ulama juga mendesak dibuat Tim pelurusan Sejarah Gus Dur agar pelecehan tokoh besar NU ini, seperti dilakukan Sutan Bhatoegana, tidak terjadi lagi di masa depan, Demikian seperti yang dikutip dari tribunnews.com, pada Minggu (25/11).(tbn/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > LDNU
 
  Ulama Jawa Barat Tuntut Sutan Bhatoegana Minta Maaf
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2