Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Gaya Hidup    
Media Sosial Twitter
Twitter Ungkap Data Pengguna 'Rasis'
Saturday 13 Jul 2013 11:35:46
 

Ilustrasi, Logo Twitter (Foto: Ist)
 
PERANCIS, Berita HUKUM - Twitter memberikan data yang akan membantu mengungkap identitas pengirim pesan rasis di jaringan Twitter di Perancis pada Oktober 2012.

Layanan mikroblog ini sebelumnya menjalani upaya hukum untuk menghindar dari keharusan menyerahkan data.

Namun, pada pertengahan Juni upaya tersebut kalah di persidangan akhir sehingga memaksa mereka mengungkapnya.

Tuntutan untuk mengungkap siapa yang berada di balik tweet rasis itu datang dari Persatuan Mahasiswa Yahudi (UEJF) di Prancis.

UEJF memperingatkan Twitter atas rangkaian tweet rasis pada akhir 2012 dan meminta mereka untuk menghapusnya karena pesan tersebut melanggar hukum Prancis yang melarang adanya hasutan kebencian rasial.

Rangkaian tweet tersebut akhirnya dihapus. Namun, UEJF dan empat organisasi anti rasisme meminta agar identitas pelaku diungkap.

Akhir sengketa

Twitter menolak permohonan tersebut, karenanya lima organisasi ini melakukan upaya hukum.

Pada Maret tahun ini UEJF juga menjalankan gugatan sebesar Pound 30 juta atau sekitar US$50 juta atas penolakan yang dilontarkan Twitter tersebut.

Penyerahan data ini menandai akhir sengketa antara Twitter dan lima kelompok itu, demikian ungkap Twitter dalam situs resminya.

Mereka mengatakan dua pihak setuju untuk bekerja sama untuk melawan rasisme dan antisemitisme di masa depan. Hal ini juga memungkinkan mereka menentukan sistem yang dapat memudahkan permintaan pengungkapan identitas pengguna yang memberikan pernyataan rasis.

Langkah terbaru Twitter menjadi "kemenangan besar" dalam memerangi rasisme, kata presiden UEJF Jonathan Hayoun dalam sebuah pernyataan.

"Perjanjian ini merupakan pengingat bahwa Anda tidak dapat melakukan apapun yang Anda inginkan di Internet," katanya.

"Twitter tidak akan lagi menjadi saluran untuk rasis dan anti-Yahudi di mana anonimitas mereka akan dilindungi".(bbc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Media Sosial Twitter
 
  Twitter akan PHK Massal Setelah Elon Musk Membelinya - Siapa Pucuk Pimpinan yang Dipecat?
  Twitter Bekukan Akun Trump Secara Permanen, karena 'Bberisiko Memicu Kekerasan Lebih Lanjut'
  Akun CEO dan Pendiri Twitter Jack Dorsey Diretas
  Klarifikasi Soal Foto Ustadz Somad, tvOneNews Tepis Tuduhan pada Karni Ilyas
  Twitter Menguji Batas Kicauan Maksimal 280 Karakter
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2