SAMARINDA, Berita HUKUM - Kapal Tug Boat (TB) Charles 00 bersama 6 Anak Buah Kapal (ABK) yang lolos dari 13 orang ABK yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf militan di negara Filipina, dengan dikawal kapal perang, KRI Kerapu dan KRI Sidat serta Kapal Patroli Mabes Polri tiba di Pelabuhan Semayang Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada, Sabtu (25/6) sekitar pukul 08.45 WITA.
Kedatangan enam ABK ini dijaga ketat petugas Kepolisian dan TNI di sekitar pelabuhan dengan senjata lengkap. Enam ABK yang masih mengenakan pakaian kerja (wearpack) oranye, turun dari kapal KRI Kerapu.
Personel TNI Angkatan Laut Lanal Balikpapan langsung melakukan pengecekan terhadap setiap ABK TB Charles 00 dan langsung dibawa ke kantor Lanal Balikpapan untuk menjalani pemeriksaan
Diantara kerumunan wartawan, para ABK tidak banyak bicara hanya ucapan yang keluar dari mulut Syahril, Madinis IV TB Charles yang disandera "Kami sehat," ucap Syahril singkat.
Sementara, keluarga anak buah kapal (ABK) Tug Boat Charles 00 yang 7 orang yang disandera harap-harap cemas karena belum mengetahui keberadaan mereka.
Shindi (27) seorang istri ABK TB Charles bernama Edgar kepada pewarta BeritaHUKUM.com mengungkapkan kegelisahannya menunggu kabar dan memantau lewat pemberitasn di TV.
Dijelaskan siti bahwa, selama ini dirinya beserta dengan istri maupun keluarga ABK lainnya kerap menggelar doa bersama, termasuk berkumpul bersama untuk menunggu informasi terbaru dari perusahan, terang Shindi.
"Doa bersama kami lakukan untuk mendoakan keluarga kami sejak adanya kabar penyanderaan itu, dan kami terus berkumpul bersama," ujar Shindi.
"Saya sudah sedikit lega karena saya sudah bisa berkomunikasi dengan suami dan dia meyakinkan saya kalau dia baik-baik saja, dan sebentar lagi sampai di Balikpapan, mereka di kawal kapal perang," ujarnya.
Demikian juga Perusahaan PT PP Rusianto Bersaudara, Sabtu (25/6) kembali mengumpulkan para keluarga anak buah kapal (ABK) Tugboat Charles 00 untuk memberitahukan telah sampainya enam ABK di Pelabuhan Semayang Balikpapan.
"Kami dipanggil untuk diberitahu bahwa 6 ABK yang tidak disandera sudah sampai, namun kami belum bisa berkomunikasi dengan mereka, karena saat ini masih dilakukan pemeriksaan," ujar Shindi istri Edgar.
Sementara, keluarga dari 7 ABK yang kini masih menjadi korban penyanderaan masih dirundung haru mereka tidak banyak bicara, yang salah satunya Dian Megawati Ahmad yang merupakan istri dari ABK Ismail yang disandera kelompok Abu Sayaf, dirinya langsung masuk ke dalam rumahnya dengan raut wajah kesedihan.
Untuk diketahui 6 ABK dari 13 orang ABK TB Charles yang lolos sudah tiba di Balikpapan, adalah Albertus Temu Slamet (juru mudi), Andi Wahyu (Mualim II), Syahril (Masinis IV), Redgar Frederick Lahiwu (juru mudi), Rudi Kurniawan (juru mudi) dan Agung E Saputra (juru masak).
Dengan kedatangan 6 ABK yang lolos dari kejaran kelompok Abu Sayaff, Danlanal Balikpapan Letkol Laut (P) Irwan SP Siagian didampingi pihak perusahaan dan KSOP meminta para wartawan bersabar untuk mendapatkan penjelasan terkait enam ABK yang selamat dari pembajakan dua kelompok bersenjata di perairan Filipina.
"Terkait itu saya pikir sudah masuk ke proses pendalaman. Jadi saya pikir mungkin langkah baiknya kita tunggu supaya bisa menjawab apa yang disampaikan itu," ujar Irwan.
Hal yang sama juga disampaikan PT PP Rusianto Bersaudara. Hal tersebut bertujuan agar pemberitaan bisa seimbang dan selaras, terang Taufik.
"Saya pikir untuk memberikan konsumsi pemberitaan yang seimbang dan selaras, saya rasa penjelasan akan kami berikan bersamaan setelah selesainya pendalaman. Jadi, apapun yang kami informasikan dan apapun yang akan diinformasikan itu akan pada posisi yang sudah sama demikian terima kasih," ujar Taufik.
Informasi awal pewarta dari Shindi istri Edgar salah seorang ABK Charles atas dugaan penyanderaan warga negara Indonesia (WNI) yang dilakukan oleh penyanderaan militan teroris asal Filipina - Abu Sayyaf terhadap tujuh anak buah kapal (ABK) di perairan Sambuaga wilayah Filipina Rabu (22/6) sekitar pukul 11.00 Siang.(bh/gaj) |