Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Legislatif    
Parliament Interfaith Dialog
Tindakan Terorisme dan Ekstrimisme Bukan Ajaran Agama
Friday 23 Nov 2012 23:12:15
 

Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso (Foto: Ist)
 
NUSA DUA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menilai tindakan ekstrimisme dan terorisme maupun kekerasan bukan berasal dari agama. Karena memang seringkali beberapa kelompok masyarakat mempraktikkan agama yang melenceng dari nilai agama tersebut,

"Ini anggapan tidak tepat bahwa ekstrimisme, terorisme maupun kekerasan berasal dari agama," tegas Priyo saat menyampaikan pidato penutupan Parliamentary event on interfaith dialog, di Nusa Dua,Jum'at, (23/11).

Menurutnya, Deklarasi Bali memuat kesepahaman bahwa agama manapun di dunia mengajarkan nilai kemanusiaan. Karena itu, lanjutnya, saatnya kita sama-sama bergandeng tangan bekerja bersama, menjaga persaudaraan untuk menghadapi tantangan peradaban manusia kedepan.

"Kita tidak hanya menunjukkan bahwa agama apapun dan di dunia manapun mengajarkan nilai-nilai kebajikan dan humanisme. tapi juga kita sama-sama membangun kerjasama untuk kehidupan yang lebih baik,"ujarnya.

kedepan, tambahnya, kita semua butuh tatanan dunia yang dibangun dengan tembok toleransi yang kokoh. Gerakan toleransi di tengah perbedaan agama, keyakinan dan kepercayaan tidak hanya mendunia tapi juga menjadi benteng peradaban masa depan.

"Parlemen seolah ditakdirkan menjadi pemimpin di bumi untuk tetap meniupkan terompet toleransi agar terus terdengar dan menggema ke penjuru dunia," tambahnya.

Dia menambahkan, kita harus memegang teguh nila-nilai agama yang mengajarkan tentang humanisme dan keberadaban serta mempromosikan dan mendukng perdamaian, memperkuat toleransi dan menyebarkan kasih sayang.

"Hal ini perlu kita terjemahkan melalui beragam aksi dan kebijakan yang kita lakukan. Upaya ini didukung dengan komitmen melindungi HAM dan menghormati pelaksanaan HAM pihak lain adalah jalan memperkuat intisari dari kebijakan-kebajikan agama," katanya.

Menurutnya, berbagai macam despotisme, genosida, rasisme dan berbagai tindakan yang anti kemanusiaan merupakan musuh bagi semua ajaran agama. "Dengan adanya deklarasi ini kita yang berbeda agama, keyakinan dan kepercayaan berikhtiar menjaga toleransi dan kedamaian antar sesama," tambahnya.(si/dpr/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2