LAOS, Berita HUKUM - Usai menempuh perjalanan dari London, Inggris, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Hj Ani Yudhoyono tiba di Bandar Udara Internasional Wattay, Vientiane, Minggu (4/11) pukul 09.30 waktu Laos. Cuaca cerah cenderung panas ketika Presiden dan rombongan tiba di Vientiane dan tidak ada perbedaan waktu antara Vientiane, Laos dan Jakarta, Indonesia.
Di bandara, Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono disambut Duta Besar Republik Indonesia untuk Laos, Kria Fahmi Pasaribu beserta jajarannya dan para menteri yang telah mendahului tiba di Laos, di antaranya Menpora Andi Mallarangeng dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam.
Dari bandara, Presiden langsung menuju kawasan ASEM Villas yang terletak di Don Chan Island, tempat Presiden dan Ibu Ani mengingap selama melakukan kunjungan kerja di Laos. Sore hari, pukul 15.00, Presiden menemui Presiden Laos Choummaly Sayasone di Istana Ho Kham.
Kedua Kepala Pemerintahan kemudian memimpin delegasi masing-masing untuk melakukan pembicaraan bilateral. Pada akhir pertemuan, SBY dan Sayasone menyaksikan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman mengenai aktivitas bersama untuk meningkatkan komunikasi dan konsultasi bilateral. MoU ditandatangani Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Laos Thongloun Sisoulith.
Sekitar pukul 16.00 waktu Laos, Presiden SBY meninggalkan Istana Ho Kham sekaligus menyudahi kunjungan kenegaraan kepada Presiden Sayasone.
ASEM
Disamping melakukan kunjungan kenegaraan, agenda Presiden SBY selama berada di Vientiane adalah menghadiri KTT KE-9 ASEM (Asia Europe Meeting) yang dipusatkan di National Convention Center. Sejumlah pemimpin negara yang hadir dalam KTT kali ini diantaranya adalah PM Slovenia Janez Janša, PM Vietnam Nguyen Tan Dung, PM Norwegia Jens Stoltenberg, dan PM Pakistan Raja Pervaiz Ashraf.
Presiden dijadwalkan berada di Laos selama tiga hari dua malam dan akan kembali ke tanah air pada hari Selasa, tanggal 6 November 2012.
Menurut Staf Khusus Presiden bidang Luar Negeri Faizasyah kunjungan kenegaraan Presiden tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan kerja sama kedua negara, baik secara bilateral maupun dalam konteks upaya bersama menyikapi berbagai isu global.
Laos berada di sebelah utara Komboja dan di sebelah selatan RRT, dengan luas sekitar 236,800km2, Laos memiliki iklim tropis seperti kebanyakan negara-negara ASEAN lainnya dengan 2 musim yaitu musim hujan (bulan May-Oktober) dan musim kemarau(november-april). Suhu rata-rata tahunan adalah sekitar 28 derajat celcius. Negara dengan populasi sekitar 6,5 juta jiwa ini rata-rata bekerja sebagai petani dengan beras menjadi sumber pertanian utamanya.
Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja kali ini diantaranya Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menperin MS Hidayat, Mendag Gita Wirjawan, Menparekraf Marie Elka Pengestu.(ram/es/skb/bhc/sya) |