Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
White Crime    
Kasus Proyek Taman Kota
Terkait Korupsi Proyek taman Kota, Asisten I Sekkot dan Kadis Kebersihan Diperiksa
Wednesday 13 Feb 2013 21:41:01
 

Kejaksaan Negeri Ambon (Foto: Ist)
 
AMBON, Berita HUKUM - Tim penyidik Kejaksaan Ne­geri Ambon, Selasa (12/2) telah memeriksa Asisten I Sekretaris Kota (Sek­kot) Ambon, J Tepalawatin bersama Kepala Dinas Keber­si­han dan Pertamanan Kota Ambon, Maurits Lantu, demikian dikatakan Kepala Kejak­saan Negeri (Kajari) Ambon, R Zega, rabu (13/2).

Dijelaskannya, keduanya diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek taman kota milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Ambon tahun 2012 senilai Rp 1,3 milyar. Di Kejari Ambon yang terletak di Jalan Rijali, Belakang Soya, terlihat kedua pejabat ini awalnya mendatangi kantor Kejari pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIT, namun diminta kembali lagi untuk diperiksa pada pukul 14.00 WIT.

Dengan mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH), keduanya kembali ke kantor Kejari Ambon untuk diperiksa pukul 14.00 WIT dan kemudian menjalani pemerik­saan tersebut.

Tepalawatin dan Lantu diperiksa secara terpisah oleh dua penyidik. Tepalawatin diperiksa oleh penyidik A Batoek di ruang kerjanya hingga pukul 17.30 WIT, dengan dihujani puluhan pertanyaan yang berkaitan dengan proyek tersebut ketika ia menjabat selaku kadis kebersihan dan pertamanan kota saat itu.

Sementara Lantu diperiksa oleh penyidik Mien Saliama di ruang kerjanya. Hingga pukul 17.30 wit, Lantu masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik, dengan dihujani puluhan pertanyaan ber­kaitan pula dengan proyek yang tidak melalui proses tender tersebut.

Kepala Kejak­saan Negeri (Kejari) Ambon, R Zega mengatakan kedua pejabat pemkot ini masih diperiksa sebagai saksi guna mendapatkan keterangan terkait proyek Taman Kota yang kini sudah ditahap penyidikan.

"Iya, Senin kemarin kita sementara periksa dua saksi yaitu kadis dan mantan kadis. Kemarin (senin) juga kan ada. Masih ada juga yang lain yang akan kita panggil untuk diperiksa terkait kasus ini,” kata Kajari.

Menyangkut calon tersangka, Ka­jari belum mengungkapkan pasalnya pemeriksan penyidikan baru dilakukan oleh penyidik.

Sebelumnya, penyidik memeriksa tiga panitia tender proyek taman kota milik Dinas Kebersihan dan Perta­manan Kota Ambon tahun 2012 senilai Rp 1,3 milyar, Senin (11/2).

Ketiga panitia tender tersebut masing-masing John Sugiono, J Lewier dan D Hutadjulu, yang dipe­riksa sebagai saksi secara terpisah oleh tim penyidik Kejari Ambon. Mereka diperiksa sejak pukul 09.00-13.00 WIT dan dihujani pulu­han pertanyaan terkait proses tender proyek tersebut.

Sebagaimana diketahui, proyek senilai Rp 1,3 milyar yang bersumber dari APBD Kota Ambon tahun 2012 ini diduga sarat korupsi. Proyek yang ditangani oleh tiga rekanan masing-masing CV Mahen­sa, CV Berkala Sentosa dan CV Akudrat itu, tidak melalui proses tender dan pekerjaan tidak sesuai dengan volume pekerjaan.

Proyek tersebut berada di empat lokasi di Kota Ambon yakni sepan­jang jalan Desa Galala, Desa Halong, Desa Passo dan Desa Laha itu, yang seharusnya dikerjakan dalam dua tahap, tetapi dikerjakan hanya satu tahap. Namun, kontraknya direkayasa sebagai persyaratan administrasi un­tuk pencairan dana.

Kasus dugaan korupsi taman kota sebenarnya juga ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Maluku. Namun penanganannya lambat. Hingga kini, kasus ini baru ditahap penyelidikan, sementara di tangan kejaksaan, kasus ini sudah dinaikan ke tahap penyidikan.(rd/kjs/bhc/rby)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2